Home / Blogging / Aku Harus Bisa Mengaji
cara mudah mengaji | nchiehanie

Aku Harus Bisa Mengaji

Aku harus bisa mengaji . Terlahir dan dibesarkan dalam pendidikan keluarga yang tidak islami, mungkin saat itu kurang terlalu paham. Yang ku dapatkan dari keluarga adalah tentang berbuat baik pada sesama. Sedari kecil miskin ilmu keagamaan, bahkan mengaji pun tidak pernah karena memang tidak biasa diajarkan. Sampai pada suatu ketika usia Sekolah Dasar, selalu iri pada temen-temen yang mengaji di mesjid, pandai membaca al-qur’an, rasanya sedih dan malu pas di suruh mengaji aku ga bisa.

Apalagi jaman sekolah dulu  kalau pelajaran agama suka bergilir di suruh membaca ayat-ayat al-quran. Pas giliranku, dengan menggelengkan kepala, menjadi cemoohan teman dan dinasehati untuk belajar. Sementara  orang tua saat itu kurang memahaminya.

Pokonya Aku harus bisa mengaji!

Akhirnya, mau tidak mau aku mendalami sendiri dengan diam-diam membaca buku-buku islami dan bagaimana hidup secara islami, belajar mengaji, membaca  dan menghafal juz’amma, serta membaca terjemahannya . Masa abege kala itu dihabiskan dengan explore diri, harus bisa mengaji yang lambat laun bertemu dengan seorang teman main di rumah  yang jadi sahabat sampai saat ini. Sahabat yang lahir dari keluarga yang fanatik islami, banyak belajar dari beliau, kucuri ilmu mengajinya, dan merengek minta ajarin aku mengaji.

Menjelang dewasa mulai memahami dan belajar sendiri bahwasannya seorang muslim harus berusaha mewujudkan kehidupan ini dengan cara meniatkan segala hal yang dilakukannya adalah sebagian dari ibadah. Seperti yang ada dalam pedoman kitab suci al-qur-an. Islam pun mencakup keseluruhan  termasuk dalam kehidupan sehari-hari, bahwa perbuatan harus bersandar kepada hukum-hukum islam. Baik itu hubungan dengan Allah, dengan dirinya sendiri maupun dengan orang lain. Dan dengan bisa mengaji, mengkaji akan mengetahui, memahami apa makna yang ada di dalam kitab suci al-qur’an

Dalam hal ini hubunganku dengan diri sendiri, merasa tak sempurna rasanya kurang pandai mengaji dan mengkaji al-quran. Sejujurnya, timbul rasa iri dan cemburu pada mereka yang pandai dan mendalami al-quran. Orang lain saja bisa kenapa aku tidak?

Kata  hatiku berbisik bisa, bisa, bisa! Belajar mengaji dan mengkaji harus dengan ketekunan, penuh kesabaran, jika merasa kesulitan jangan putus asa, ikhlas menikmati prosesnya semata-mata hanya karenaNya. Satu hal lagi punya rasa  semangat belajar sendiri yang akhirnya bisa. Sampai orang tua pun kaget, ini anak ko bisa mengaji, dari mana?

Jadi teringat sebuah pertanyaan, “Bisa mengaji ga?”  Itulah  saat berkunjung ke rumah Camer untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Dan mau tidak mau setelah mempunyai anak  menjadi  Mom Stay at Home, semakin digenjot belajar mengaji dengan mengikuti pengajian rutin di sebuah Majelis Ta’lim, kebetulan ke mesjid hanya lima langkah dari rumah. Lagi-lagi bersyukur bisa mengaji dan mulai mengajari dan memberikan pemahaman kepada orang tua untuk melakukan hal yang sama. Alhamdulillah kedua orangtuaku bisa mengaji meski diusia senja, bahkan pandai lengkap dengan tajwid2nya.

Terkadang merasa ga sih, jika sedang shalat hanya sebatas menunaikan kewajiban saja, hafalan-hafalan dengan fasih tanpa memahami apa artinya. Pantas saja ketika berdoa berasa hampa, saat membaca al-qur’an pun tidak merasakan apa-apa. Baru menyadari akan pentingnya mengkaji maknanya melalui al-qur’an dan hadist lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :

  • Habluminallah, hubungan dengan Allah yang  memerintahkan umatnya untuk menyembah dan beribadah hanya kepadaNya. Ibadah dalam kaitan yang diperintahkan diantaranya melakukan   sholat, membaca al-qur’an, naik haji.
  • Hubungan manusia dengan dirinya sendiri, berkaitan dengan segala aktivitas dan tingkah laku setiap individu harus berdasarkan islam, mulai dari cara berpakaian, cara bersikap, bertutur kata dll
  • Habluminanas, Allah memerintahkan manusia untuk saling menyayangi dan berbuat baik satu dengan yang lainya dan saling tolong menolong

Seperti saat ini, rasanya usia yang semakin cantik (baca tua) begitu membawa diri untuk lebih mendekatkan diri denganNya, memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi sesuai dengan perintahNya. Semoga saja bisa belajar dan belajar  lagi mengkaji, tidak sebatas membaca-Nya dengan tartil dan melafalkan sebatas di mulut. Tapi, lebih  memahami dan mengerti ayat-ayatNya.

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

23 comments

  1. Aku pengen, nggak cuma bisa mengaji tetapi juga bisa mengkaji isi Al Qur’an. Selama ini aku merasa cuma bisa mengaji tetapi nggak bisa memaknai isinya

  2. Semangat, mak! Aku yg dulu kecil aja madrasah, sekarang ikut kelas tahsin lagi. Mulai lagi dari awal, karena merasa kurang. Harus belajar sama guru, supaya tahu yg benar dan yg salah. Kita ini fakir.

  3. Semangat teteh. Aku pun sama kok, terus belajar dan lebih mengerti serta memahami ayat-ayatnya. Saya iri dengan teman yang hapal dengan ayat-ayat dan maknanya. Kalau usia bertambah kadang suka lupa. Makanya sekarang ini saya perbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT

  4. Penting yaa buat bekal di dunia maupun akhirat.
    Makin produktif ngeblog ni teh, aku iri……hihihi

  5. Aku ingin masuk pesatren walaupun udah tua biar bisa lebih mendalami agama

  6. Wah, ditanya kayaj gitu sama camer rasanya gmn ya. Aku gk pernah ditanya 😀

  7. Semangaaat ya mak Nchie..

  8. Mba Nchie semangat ya. Aku juga semangat nih agar anakku bisa lancar mengaji

  9. Setelah Fahmi bertanya An Nas itu artinya apa? Serasa digampar saya kelakaban buru2 nyari2…
    Ngajar anak hafalan Al Quran tapi emaknya ini gak tahu kan memalukan ya?
    Mau gak mau saya juga wajib belajar …

  10. Hihihi…apalagi bunda yang umurnya masih seumur jagung (baca:renta) pengennya udah baca artinya, lalu baca huruf arabnya tuh, ayat yang pendek bisa hafal. Eh, ternyata susah banget masuknya ke gudang perbendaharaan ilmu, hehe… Sekarang ini udah hampir sebulan ngapalan Al Mulk yang 30 ayat koq gak apal-apal. Aarrgghh… untungnya cucu bunda juga gak apal, jadi kita tos aja. Terus belajar.

  11. Pengen ikutan kelas ngaji lagi,tapi di sini jauh #alesan
    Mungkin nunggu anak2 agak gedhean kali ya jd bisa ditinggal2. Kalau skrng pakai Al Quran dgn tajwid dan nonton youtube dulu buat belajarnya TFS

  12. Makasih remindernya Teh. Sekarang makin tertantang belajar agama buat ajarin ke anak juga

  13. Thx for share teteh. Bersyukur ya bisa menemukan sahabat yg bisa kita contoh dan mempengaruhi kita

  14. Ikut ngaji yuuk, teh Nchie..
    Ada beberapa kajian sunnah di Bandung.
    MashaAllah.
    Nikmatnya tinggal di kota seramah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *