Home / Blogging / Belajar Nasionalisme dari Sosok Anak Muda
ODOPFEB18 | ISB | Indonesian Social Blogpreneur | Nchie Hanie | LifeStyle Blogger

Belajar Nasionalisme dari Sosok Anak Muda

Belajar Nasionalisme dari Sosok Anak Muda. Dalam setiap perjalananku terkadang menemukan hal-hal yang tak terduga, entahlah suatu kebetulan atau memang udah skenarioNya yang memang harus aku jalanin dalam hidup ini. Seperti pertemuanku dengan seorang anak muda alias brondong Ambon Manise yang duduk disampingku, awal mula tersenyum malu-malu. Sosok anak muda yang ngakunya 21 tahun, dari penampilan dan bawa tasnya aja udah ketahuan kalau beliau adalah anggota dari angkatan darat, ya seorang abdi negara berbaju loreng.

Argo Parahyangan, Gerbong eksekutif 10 A dan 10 B menjadi saksi akan cerita anak muda yang begitu berapi-api. Ga tau mengapa tiba-tiba anak itu panjang lebar bercerita selagi masa kecil di sebuah daerah perbatasan di Maluku  yang penuh konflik (lupa  lagi nama daerahnya), lalu dibesarkan di Papua sampai menginjak sekolah menengah. Konflik sudah menjadi makanan sehari-hari, terkadang hidupnya tak tenang, sebagai anak muda yang ingin berontak rasanya terhalang oleh dinding yang tinggi. Mengaku sebagai Warga Negara Indonesia yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi namun berada di sana kepala di kaki dan kaki di kepala  adalah hal biasa. Hanya bisa menuruti saja keinginan orang tuanya, kalau berontak nanti bakalan mati.

Sosok anak muda menghela nafas, sambil matanya berkaca-kaca dan kembali melanjutkan cerita. Karena keadaanlah yang membuatnya bertekad untuk memasuki sebuah sekolah militer, sampai pada zona nyaman sekarang ini, meski profesi itu tidak disetujui oleh orang tuanya. Dengan kebulatan tekadnya yang mencintai negara tercinta, beliau hanya ingin mengabdikan diri buat negara. Menghabiskan masa mudanya dengan aturan yang keras, kedisiplinan, main-main tanpa mengabaikan rasa nasionalismenya.

Sekarang si Anak Muda ini lagi menjalani masa pendidikan militer selama setahun di Batujajar, sejenak merantau dari Papua dan selayaknya anak muda yang seharusnya menikmati euforia mengisi masa mudanya. Seperti perjalanan ini beliau ingin mengisi cuti liburan untuk traveling keliling Ibukota, katanya menikmati masa muda.

Berbicara  tentang nasionalisme dijaman sekarang adalah memudarnya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, sikap  rasa cinta tanah air yang  berada di kota besar justru mulai menipis, jika dibandingkan  dengan pengalaman anak muda di daerah yang penuh konflik yang berapi-api menunjukan rasa cinta tanah airnya. Jadi membayangkan, cerita kehidupan yang dialami oleh si anak muda itu, rasanya imajinasiku pengen langsung terbang ke daerah Indonesia Bagian Timur. Ah, banyak belajar dari brondong yang satu ini, semoga saja anak-anak muda di perkotaan bisa meniru dan mempunyai sikap nasionalisme yang tingggi.

Dalam kenyataannya, banyak banget fakta memudarnya nasionalisme generasi muda, sangat diperlukan penanaman nilai-nilai karakter dan semangat nasionalisme dimulai dari lingkungan kecil seperti keluarga sendiri. Apalagi mempunyai anak Abege, yang ada hanya mengingatkan  dan menanamkan  nasionalisme padanya, dengan caraku :

  1.  Memberikan teladan atau contoh tentang rasa kecintaan pada bangsa dengan mengenalkan sejarah melalui tempat-tempat wisata.
  2.  Mengajarkan anak untuk selalu bangga dengan produk dalam negeri, dan tentu saja dengan menggunakannya.
  3.  Mengawasi anak tentang pergaulan di lingkungan  sekitar dan memastikan anak tumbuh  dalam lingkungan yang baik

Ah, aku pun masih belajar tentang rasa mencintai tanah air dan bangsa, kali ini sungguh menohok, perjalanan 3 jam ga berasa diisi oleh cerita anak muda yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, yang bercita-cita ingin memajukan dan kembali ke daerahnya untuk membuktikan kalau dirinya mencintai tanah airnya. Makasih ya  anak muda si Hitam Manis.

Dan, terakhir beliau menanyakan “Mba, kuliah di Jakarta ya?”  Haduh dek, aku mau menjemput rezeki. Setelah obrolan serius, berganti dengan candaan, ternyata anak muda kaget kalo si Mbanya yang dari tadi berada di pinggir seumuran sama Emaknya.

Dan langsung berganti panggilan dari “Mba menjadi Ibu”  Sesekali minta maaf, karena udah curcol dan mengganggu jam tidurku di kereta. Masih tak percaya  anak muda itu, keluar dari gerbong menatapku tajam,  sambil mengungkapkan  kata-kata “Ibu ini beda sama ibu saya, Ibu saya kelihatan tua tapi ibu ini awet muda  dan gaul .

Hahhaa..ngakak!

ODOPFEB18 | ISB | Indonesian Social Blogpreneur | Nchie Hanie | LifeStyle Blogger

Bye anak muda!

Semoga saja Emakmu ini berkesempatan mengunjungi Indonesia Bagian Timur, ntar kita kopdar di sana yaa!

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

16 comments

  1. Ibunya gaul banget sih…. Jadinya enak diajak curhat

  2. Eeaaaa, ibu gaul pisan. Nggak sekalian manggil kakak, dek? *Eh XD
    Tapi ngomongin nasionalisme, memang jaman sekarang keliatan memudar ya, Teh. Apalagi kalau inget war-war yang nggak udah-udah hanya gara2 beda pilihan politik. Hhhh, kusedih TT

  3. Aduduu…jadi pengen naik KA nih, semoga bisa juga ketemu anak muda yang cerita ber-api-api. Bangga, ya. Bunda do’ain dlleh biar bisa jalan-jalan and kopdar sama si bujang penuh semangat itu.

  4. Langka pemuda seperti itu teh

  5. Aaaah aku suka perjalanan seperti ini, bertemu orang baru lalu bertukar cerita panjang lebar. Untungnya dapat cerita penuh inspirasi bonus dipanggil “Mbak”. 😀

  6. Nasionalisme perlu apalagi banyak org yg ingin ngajak duel dengan adu domba. Pemuda jgn sampai ikutan arus kaya gitu

  7. Dianna bumi di pijak maka langit di jungjung. Miss percaya nasionalisme juga di ajarkan agama dan kewajiban mempunyai nilai nasionalisme

  8. Mana penampakan brondongnya Teh? Kunaon teu difoto atuh? Haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *