Home / Blogging / Berbagi Kisah Kehidupan di Hari Raya
Kisah Lebaran | ciwidey rancabali | nchiehanie

Berbagi Kisah Kehidupan di Hari Raya

Berbagi Kisah Kehidupan di Hari Raya. Lebaranku masih seperti tahun-tahun sebelumnya, semenjak Alm.Bapak meninggal, sebagai anak perempuan yang tertua menemani Lebaran di rumah Mama, sementara adik-adik pada mudik. Dimana tempat berkumpul keluarga besarnya dan pastinya jadi Inem.  Rasa yang campur aduk selalu menyelimuti, tapi ya sudahlah tetep dengan hati yang bersih dan legowo menerima keadaan menyambut riang gembira yang hanya setahun sekali dirasakan.

Tapi, kali ini seorang sahabat ngabarin, teteh aku mau lebaran di Bandung, dengan senang hati ntar aku temenin, tapi nanti setelah beres kumpulan keluargaku ya nduk. Tepatnya lebaran ke 3, teman yang telah ku kenal 5 tahunan kebelakang mengabari bahwa besok jadi ke Bandung. Ya, mengatur strategi ini itu agar waktu terbagi cukup antara keluarga dan sahabat yang jarang-jarang bisa kumpul. Terutama sekalian me time, itu yang penting sih setelah lelah bekerja dan rasanya penat, ngebuul otak niy.

Hari Pertama,

Siang itu, menempati ruang adem, sunyi, senyap jauh dari keramaian menitipkan raga untuk beberapa hari ke depan di sini. Menjemput  sebagian hati yang memang telah menyatu. Kegembiraan karena lama ga bertemu, mengantarkanku sejenak pada acara halbil masanya  abu-abu, lalu kami pun berkelana kulineran malam, ya surabi, itu yang kamu cari kan Jeng. Ga berasa cerita mengalir begitu saja, menjadi pendengar setia seolah merasakan kebahagiaannya dengan mata yang berbinar.

surabi enhai | kuliner bandung

Surabi ini menjadi saksi bisu betapa bawelnya kami :p

Malam pertama, cie..cie..Kami habiskan untuk berbagi cerita kehidupan. Ya ga akan habisnya kalo seorang Ibu bercerita tentang anak-anaknya dan keluarga. Meski ada  rasa pahitnya, bagaimana pun tetap yang diutamakan adalah anak dimana rela mengorbankan perasaan sendiri. Dan, seorang Ibu rela bekerja wara wiri, melek mantengin leppy dari pagi sampe subuh, demi apa? Ya, demi melangsungkan kehidupan dan demi anak-anaknya. Rasanya teriris hati ini, menjerit, dalam hati hanya bisa mendoakan semoga selalu disehatkan dan dikuatkan hatinya. Ya, kali ini lagi menikmati drama kehidupan masing-masing sampe ga terasa adzan subuh memanggil.

kue lebaran | nastar | kuliner bandung

Kue Lebaran, Nastar gosong pun ikut menemani

Hari Kedua,

Tak ada rencana mau kemana, tiba-tiba ingin ngebolang menjelajahi daerah Bandung Selatan. Ya kami kan bukan turis manja, namun Emak2 yang  seneng ngebolang explore. Persiapan ganjel perut breakfast sambil lanjut cerita-cerita kehidupan secara bergantian. Kemudian langsung  otewe dengan alat tempur  lengkap sebagai emak2 biker, dengan senang hati menyusuri jalanan yang berkelok, sayangnya cuaca kurang bersahabat beberapa kali turun hujan setelah puncak ciwidey. Tujuan utama menuju Glamping Lakeside Rancabali, hanya ingin duduk manis menikmati alam, ngadem, ngobrol, makan dan nyemil tak lupa narsis dong.

Kisah Lebaran | ciwidey rancabali | nchiehanie

Cuaca tak bersahabat membuat kami mlipir ke sebuah gubug warung kopi, untung bukan turis manja , becek-becekan, kehujanan sambil menikmati segelas kopi panas, rasanya puas.

Setiap kesempatan waktu yang ada dihabiskan untuk curcol lagi, lagi dan lagi. Tertawa, sedih, terharu campur aduk  ternyata kita sebagai wanita bisa melewati masa-masa yang sulit, asalkan ikhlas menjalani hidup ini dan tak lupa berusaha semaksimal mungkin tanpa mengandalkan orang lain.

Kisah kehidupan pun terhenti sejenak, karena ada spot kece yang wajib diabadikan. Kami seperti anak-anak gadis yang lupa diri, terlalu asyik menikmati alam , menikmati suasana kini, saat ini bahwa kami ingin meluangkan waktu hanya berdua saja. Yuk, ngintip kenarsisan sekalian explore bakat menjadi model yang ga kesampaian, xixiixx.

Kisah Lebaran | ciwidey rancabali | nchiehanie

Melihat yang ijo-ijo aja dah bikin fresh

Perjalanan kali ini ditemani dengan hujan deras, kabut yang datang silih berganti tak menghalangi aktifitas berdua, dan bukan menjadi penghalang untuk melangkah. Menhabiskan waktu di sebuah kapal Pinisi di tengah kebun teh dan danau berlanjut  menyusuri jembatan yang fenomenal di sini. Sebuah jembatan yang membelah Situ Patenggang, dengan asyiknya hujan-hujanan payung di tangan, lupa diri dengan sekitar yang penting  kami puas (ekhois sejenak).

Senja mulai turun, kami pun kembali pada alamnya, setelah melewati jalanan becek, berasa offroad dengan baju basah sambil menggigil masih saja melanjutkan perjalanan seru. Rasanya lelah, niatan pulang tidur, alhasil tetep aja ngobrol sampai subuh ditemani kembali dengan nastar gosong dan wedang ronde plus take away ka-ef-ci

Hari Ketiga,

Kali ini hanya menghabiskan waktu dalam ruangan yang sepi, kembali meluapkan semua  rasa yang mengganjal diantara kami. Bernostalgia  awal kenalan ya dikenalkan ketika berhubungan dengan pekerjaan. Seorang Aki kami menyebutnya begitu, yang mengenalkannya padaku, kami pun berteman bertiga dan alhamdulillah sampai saat ini masih menjalin silaturahmi. Pernah mengalami bentrok, musuhan, namun dari pengalaman tersebut menjadikan kami lebih  bijak dan dewasa dalam menyingkapi sebuah masalah.

Bagaimanapun pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan pertemanan kami pun lebih dari sahabat,  menjadi saudara tepatnya. Apapun masalah di depan insyaallah bisa menyingkapi dengan bijak, kalaupun ada yang mengadudomba kami, ya insyaallah kami kuat. Dan pada akhirnya, cerita-cerita kisah kehidupan  terkunci rapat dan dioper ke bumi dengan teknik bumi, cieee…

Melanjutkan perjalanan siang ini ke daerah Bandung Utara  gantian donk yang nyetirnya, ternyata enak ya dibonceng itu, meski awalnya ikut ngerem dan  ngegas. Asli badan  berasa ga bersahabat, ga sinkron antara pikiran dan hati. Alhamdulillah, bisa kembali mengunjungi sahabat dan  bersilaturahmi dengan blogger2 senior menambah deretan berbagi kisah kehidupan di hari raya kali ini. Langsung dilanjut malam harinya bertemu dengan sahabat lama, ngobrol tentang dunia pekerjaan, imers, tools ahh ga akan ada habisnya, untungnya Mall setempat mengerti ga ada tempat 24 jam ya, emak2 ga boleh pulang tengah malam, tapi subuh boleh eeh ..

Hari keempat,

Ga berasa ya kebersamaan 4 hari 3 malam  di hari lebaran ini berbagi cerita, ilmu internet marketing, tawa, canda, suka dan duka,   semoga membuat persahabatan kita semakin erat dan tentunya menjadi pribadi yang lebih bijak dan dewasa dalam menyingkapi sebuah masalah. Berbagi kisah kehidupan  menjadikan diri semakin kuat dan lebih banyak bersyukur atas nikmatnya karena kita termasuk perempuan yang diberi kelebihan olehNya untuk menjadi perempuan yang mandiri tanpa mengandalkan orang lain. Meski tahu disekitar kita di kelilingi oleh sahabat yang begitu baiknya, namun tak memanfaatkannya.

Pokonya maturnuwun ya Jeng, sosok yang inspiratif buatku, banyak belajar darimu tentang kehidupan ini, pekerjaan, wanita kuat, tegar, sabar dan keikhlasan. Makasih Aki karena melalui dirimu kami bertemu, berteman, bersahabat dan bersaudara. Semoga persaudaraan ini selalu dilindungiNya dan diberkahi ya. Amin.

Mari kita kembali dengan rutinitas untuk melanjutkan kehidupan eeeaa.

Kisah Lebaran | ciwidey rancabali | nchiehanie

Semoga langkah kaki ini membawa ke arah yang lebih baik ya Sista, sebut saja namanya Cupit!

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

40 comments

  1. Duh.. aku kalau lebaran ke tempat teteh, badan aku jadi lebaran juga xD

  2. Meni asyik ih lebarannya 😀
    kemarin sayang banget saya sebentar di Bdg coba saya lamaan dikit kita ke Punclut ya Teh hahaha
    Eh itu surabi meni kabitaaaaa

  3. Menghabiskan waktu bareng sahabat itu memang menyenangkan ya Teh. Saya juga kalau sama sahabat saya rasanya saya bisa jadi diri saya sesungguhnya. Bisa cerita apa saja tanpa takut dipandang yang salah. Bahkan berasa lebih diringankan beban kehidupan kita setelah berbagi cerita sama sahabat.

  4. Ini emak-emak bikers lah kece amat lebaran bisa ngebolang ke tempat yang ijo-ijo gituuuuuuhh???

    Mantap banget dah semangatnya teh Nchie & jeng Cupit. Semoga selalu awet persahabatannya yaa.

    Teh, biar dikata habis ngebolang on the road gitu pas difoto tetep aja geulis! Bagi bedaknyaaaaaaaaa … *disambit surabi*

    • Hahahaa..mari ngebolang Miss, hayu kapan ke bandung aku ojekin, sambil belajar bahasa inggris eeaaa.

      Ga pake bedak ituh, sunblock aja yang tebel, kan mau panas2an..

  5. Ngebikers emang asyik banget ya, cyin! Bedan sensasinya dengan ngebolang pake mobil. Hehe. Fotonya kece2, euy!

  6. serunya bisa ketemu sahabat. lebaran kali ini daku gak ketemu para sahabat..

  7. “Kami seperti anak gadis lupa diri” Tapi bener kok teh Nchie mah awet muda masih kaya gadis 😍
    Dan itu sorabinya bikin ngiler ada topingnya gitu 😋.

  8. Wahh assik banget. Bagus tulisannya juga . Foto foto nya keyenn. Abis baca , jadi pengen ke ciwidey dan maem surabi …..

  9. Teh, aku pengen ke Bandung. Nanti kalau jadi ke Bandung ta kabarin ya teh. Mau mampir

  10. Lebaran yg sangat berkesan ya teh…seru

  11. Asik banget lah lebaran sama sahabat. Kapan kita ngebolang lagi? 😀

  12. Cerita lebaran memang seru seru deh.. Makanya klo dah selese libur lebaran aku susah move on hahaha..

  13. Enaknya punya sahabat sejati sejalan dan seirama bak senar dawai yang menyenandungkan lagu melankolis, kadang terisak kadang tersenyum getir, dan yang paling indah sebuah persahabatan adalah ketika ada bahu yang bisa dijadikan persandaran, semoga kalian terus bersama menghadapai semua gelombang kehidupan. Pertanyaannya mall mana mba yang bisa nampung emak sampai subuh ? Piss. Minal Aidin wal Faidzin ya mba Nchie…

  14. Asyik banget jalan-jalannya, teteh, apalagi bareng sahabat pasti berkesan banget

  15. Maaf lahir batin Teh…
    Saya aja yg deket ke Ciwidey (perbatasan dg Cianjur) blm pernah ke Glamping. Lebaran kemarin keluarga besar ke sana kami enggak karena Fahmi demam dan cuaca agak tidak bersahabat.

    Btw ke Glamping bayarnya berapa Teh?

  16. serunya cerita lebaran.
    . kok ngerasa syahdu ..ngeliat minum kopi digubug hi2

  17. Aduhhh kok itu Nastar bisa gosong, ditinggalin kemana Mbak

  18. Tok..tok..tok..ada teh Nchie?
    Maaf lahir batin ya maaak.. kangeeeen

  19. Aduuuh, liat foto-fotonya mani kabita pengen juta ngalamin suasana kek gitu deh. Memandang yang ijo-ijo dan nyerusup kopi haneut tea. Eeeh, Nchie, itu kue kaastengels bikin sendiri? geuning baruled kitu, mani aralit pisan, hehe…. Tau gaak sihh, anakku beli kaastengels seperti itu toplesnya kecil dan harganya guede alias mahal pisan untuk size toples kecil. Di rumah bunda gak Lebaran tanpa kaastengels n nastar ala bunda.

  20. Sudah lama eui gak ngebolang naik motor sendiri. Semenjak hidup di Jkt aku adi cemen gak berani naik motor 🙁

    Btw senengnya punya sahabat yg bisa mendengarkan curhatan mbk 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *