Home / Review / Film Posesif, Kisah Cinta Remaja Yang Tak Biasa
Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Film Posesif, Kisah Cinta Remaja Yang Tak Biasa

Film Posesif, Kisah Cinta Remaja Yang Tak Biasa. Nonton film Posesif ini mengingatku pernah muda. Bandung, 26 Oktober 2017, CGV Cinema Metro Indah Mall (MIM) dipenuhi dengan  anak-anak abege jaman now, remaja dan dewasa. Radio Raka FM Bandung mengadakan Nobar Film Posesif beserta Meet and Greet bareng pemain film ini. Kehadiran Adipati Dolken, Putri Marino, Gritte Agatha, dan Chicco Kurniawan memecahkan suasana sore itu. Antusias para abege jaman milenial ini begitu heboh, tak hanya itu saja ibu-ibu yang kekinian pun tak lepas dari jejeritan memanggil nama Adipati.

Duduk di depan rombongan keluarga besar, mulai dari orang tua, sepupu, adik, kaka dan anak-anaknya dengan berdresscode hitam, sengaja hadir untuk menonton tayangan perdana Film Posesif di Bandung. Memang ya, pesona cowok ganteng yang berusia 26 tahun ini begitu cool dan menarik perhatian semua orang, termasuk aku Emak-Emak jadul yang tetep ingin mengikuti kekinian jaman now.

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Hmm, gimana ga klepek-klepek tuh   fansnya. Masih cucok aja memerankan anak SMA ya

Meet n Greet Film Posesif

Stage Dapur Kitchen, Metro Indah Mall  (MIM) mendadak menjadi gemuruh disertai dengan sorak-sorak dan jejeritan yang mayoritas dihadiri oleh para abege mulai dari anak-anak sekolah dan ibu-ibunya. Dibuka dengan perfomance dance makin menghangatkan suasana. Makin hot ketika Adipati, Putri Marino hadir di Stage, waduh semakin kenceng jejeritan para Abege nih. Mereka pun menyapa fansnya dengan ramah.

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Pengunjung yang antusias

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Pesona Adipati nih, melelehkan para abege

Dan sharing mulai dari dari kesan-kesan saat syuting, bagaimana membangun chemistry di antara pemain, hingga film posesif ini tayang perdana di MIM. Para pengunjung pun diberikan tantangan untuk mengupload foto mereka di Instagram dalam hitungan beberapa menit, saat acara berlangsung. Dan yang menang mendapatkan tiket gratis plus foto bareng pemain Film Posesif.

Sebelum acara Nobar, Kami Manteman Media di Bandung berkesempatan ngobrol langsung dengan pemain Film Posesif beserta Produsernya. Obrolan santai di mulai dari kesan-kesan syuting, pemilihan artis, dan yang aku salut dengan Putri Milano yang berperan sebagai Lala, seorang atlet loncat indah yang beneran mengikuti les demi totalitas sebuah peran.
Putri Marino, mengatakan, sangat puas dengan antusias dan semangat warga Bandung pada gala premiere film Posesif begitu meriah. Begitu pun Adipati Dolken, ia mengatakan merasa senang sekali dengan antusiasme warga Bandung, ramai dan heboh memecahkan suasana.

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Pasangan yang romantis

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Pemain Film Posesif

Ega (Gritte Agatha), Yudhis (Adipati Dolken), Lala (Putri Marino) , Rino (Chicco Kurniawan) dan Sang Produser (Muhammad Zaidy)

Nobar Film Posesif

Ternyata di Bandung macet bukan hanya dijalanan saja, di CGV MIM yang baru launching dibarengi dengan Gala Premiere Film Posesif menyedot warga yang antusias untuk menonton. Kemacetan di Studio 6 CGV ini, lagi-lagi karena ada Pemain yang kece n keren menanti di bawah layar Bioskop siap menyapa para fans dan penonton. Keriuhan semakin menjadi ketika Adipati membagikan merchandise bagi penonton. Jejeritan makin kenceng ketika Adipati melambaikan tangan meninggalkan Studio.

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Blogger BDG

Tetep menyapa penonton di penayangan perdana film posesif

Film Posesif | CGV Metro Indah Mall | Gala Premiere Film Posesif | Adipati Dolken | Putri Milano | Blogger BDG

Duh,  remaja jaman now ya

Daan..
Suasana pun menjadi tenang, ketika film di mulai. Kisah cinta pertama Lala (Putri Marino) dan Yudhis (Adipati Dolken) yang ingin selamanya. Kalimat ini menjadi tagline film Posesif. Bercerita tentang seorang atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya yang mendadak tenar karena ketampanannya.

Perkenalan Lala dan Yudhis dimulai saat keduanya tak sengaja bertemu di ruang guru. Lala sedang menyelesaikan soal ulangan susulannya, sedangkan Yudhis hendak mengambil sepatu yang disita karena berwarna putih. Seperti biasanya cinta monyet anak SMA, hubungan Yudhis dan Lala pun berjalan indah, perasaan jatuh cinta yang berbunga-bunga membuat para penonton jadi Baper.

Dalam film ini tidak seperti biasa, pasangan yang jatuh cinta biasanya di sorot tentang proses pedekatenya. Namun dalam cerita Posesif ini, pas hubungan percintaan anak remajanya. Janji setia Lala untuk Yudhis malah menjadi jebakan, karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya, bahkan Cinta yang tak biasa berharap untuk selamanya.  Lala pun berpikir, apa artinya cinta? Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, harus ia coba lagi atas nama kesetiaan?

Emosiku dan penonton berhasil dibuat naik-turun seakan-akan memiliki ikatan dengan Yudhis, Lala dan karakter lainnya. Adegan Adipati Dolken dan Cut Mini berhasil membawa suasana mencekam ke dalam bioskop. Lupa deh bahwa sebenarnya sedang menonton film romansa remaja. Tetapi tentunya chemistry Adipati dan Putri Marino terlihat nyata dan berhasil memberikan porsi drama romantis yang cukup untuk dinikmati.

Film yang diproduksi Palari Films adalah hasil kolaborasi antara sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S Noer dan produser muda Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia. Konon katanya menyabet 10 nominasi FFI 2017. Woow keren!

Bagaimana kisah percintaan  Yudhis dan Lala film? Mengeksplorasi perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya terutama di usia muda. Menggambarkan tentang perasaan yang tidak terkontrol. Jatuh cinta yang intens dan jatuh cinta yang Bukan Sekedar Cinta Monyet. Pokoknya makin Baper nontonnya. Penasaran kan? Ayo yang pernah merasakan cinta pertama ketika jaman SMA wajib nonton film ini ya.

Film remaja dengan genre romantic suspense memang jarang ada di perfilman tanah air. Posesif menampilkan itu, film yang tak biasa. Dan Posesif membebaskan diri dari kisah roman picisan remaja, Posesif menjadi sebuah drama psikologi yang cukup mendalam  kisah asmara di kalangan remaja. Pesan yang disampaikan pun mengajarkan bahwa kita janganlah terlalu posesif baik itu dalam hal percintaan remaja, namun dalam lingkungan keluarga atau teman. Karena cinta tidak selamanya harus memiliki eeaa *gubrak

Sebagai orang tua yang mempunyai anak Abege, film ini sangat layak ditonton karena banyak memberikan pelajaran bahwa usia remaja merupakan usia yang rentan dan tidak mudah ditebak. Di sini juga memperlihatkan bahwa peran orang tua sangat besar pada perkembangan anak, khususnya di usia remaja, dimana emosi dan pikiran anak sedang dalam masa rentan dan mengingatkan akan pentingnya peran orang tua untuk bersedia mendengarkan anaknya, ya menganggapnya sebagai sahabat, tak ada sekat.

Yuk, buat  orang tua,  remaja, yang posesif, atau yang mempunyai kisah manis  semasa SMA, film ini layak menjadi salah satu film Indonesia yang wajib ditonton!

Dan nonton film posesif ini mengingatkanku pada seseorang semasa  jaman putih abu-abu, tak sekedar kisah cinta monyet *emak2 baper deh

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

25 comments

  1. Hai mbaa, aku liat trailernya di kommuterline trus penasaran ama filmmnya. Soalnya masih banyak kan yang atas nama cinta tapi teryata melukai. Ceilee bahasanyaa. Hehhe

  2. Iihhh…teteh….no spoiler detected.
    Wkkwkk…berharap ada secercah harapan aku tau gimana ending ceritanya.
    Emm, aku sebenanrnya lebih suka baca bukunya…tapi ini murni film layar lebar yaa, teh?

    Kalau nonton film suka trauma.
    Ada adegan kisseu nya.

    Whhatt??
    Anak SMA kiss-kiss?
    **angry!

  3. Sepertinya ini sangat rekomended deh.. pengen balik lagi deh jadi anak remaja…

  4. Aku juga pengen nonton ini bareng anakku yg gede. Secara emaknya juga seneng lihat Adipati. Lalu apakah aku termasuk emak-rmak jaman now? Bwihihihi

  5. Diganti judul aja kali teh..pesona cinta Adipati..:)

  6. Karena cinta tidak selamanya harus memiliki

    Eaaaaaaaaa eaaaaaaaaaaaaaaaa

    ahahaa… dari judulnya ajaa kaayak bisa mbayangin sih gimana posesifnya pasangan muda kalau lagi pacaran.
    Dulu juga gitu soalnya *halah
    Wkwkwk

    Terus karena posesif ini jadi putus.. karena sesuatu yang di ikat kencang2 tidak akan nyaman.
    Halah halaaah

    Semakin kesini semakin belajar, bahwa .. jika memang sudah di takdirkan bersama. Nggak perlu posesif
    Cihuy

  7. Oh, jadi Posesif tuh ini, toh? Belum nonton euy. Hm, nonton ga yaaa? Takut baper dan ingat masa-masa putih abu-abu puluhan tahun lalu. Haha.

  8. Film ini bagus banget secara konsep, karena isu yang diangkat bermutu dan related sama kehidupan sehari-hari. Tapi menurutku Adipati aktingnya kurang mengaduk-aduk perasaan :”) Putri-nya malah yang bagus. Meskipun iya, Adipati ganteng banget, absolut gantengnya hahahahha

  9. Bayangin Teh Nchie jaman SMA. Kayak Olive gitu yak pasti? Ah Teh Nchie mah udah tahun segini juga gayanya gak jauh sama anak ABG. Awet muda bener~

  10. ini si Adipati Dolken jadi anak SMA aja wajahnya amsih cucook banget sihh XD
    aku belom nonton film ini, dari reviewnya lumayaan sihh :3
    harus bawa tisu ngga mbaa? 😀

  11. haduh euforianya udah bisa banget kerasa, pengen nonton. Semoga segera ada, di kotaku ga ada bioskop teh wkwkkw kudu lari ke kota

  12. Duh di spoiler gini malah pengen nonton akuhh, Nchie 😀 moga akting pemainnya jugak keren 🙂 *bergegas nonton trailer

  13. Ya Allah…untung saya anak muda jaman old..bisa-bisa ikutan klepek-klepe pesona pemainnya..

  14. Kalau lihat Adipati Dolken gimana gitu, emak-emak bisa histeris hehe. Pengen nontonkan jadinya saya mah teh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *