Home / Blogging / Ini Sisi Feminin & Maskulinku
Sisi Maskulin dan Feminin | Nchie Hanie | ODOPFEB18 | Indonesian Social Blogpreneur

Ini Sisi Feminin & Maskulinku

Ini Sisi Feminin & Maskulinku. Ketika banyak orang sibuk  dengan berpura-pura agar terlihat keren, cantik  dan disukai banyak orang, aku  justru memilih cara lain untuk menjalani hidup. Pilihanku adalah tampil sebagai ‘apa adanya’ diriku. Memilih untuk berdandan dan berperilaku sesuai kehendak sendiri tanpa butuh pengakuan atau penilaian dari orang lain, rasanya egois  namun untuk saat ini hanya ingin menghargai diri sendiri . Dengan lebih  mengenal “Who I’am” rasanya bangga dengan diriku sendiri.

Tak bisa dipungkiri jika diri ini adalah perempuan  setengah laki-laki, tak apalah jika kebanyakakan pria pastinya menyukai  yang feminin, berambut panjang, cantik berpoles make-up,  lemah lembut, anggun, manja dan genit menggemaskan.  Namun ga sedikit pula kalau laki-laki lebih tertarik denga perempuan maskulin alias tomboy, coz  perempuan jadi-jadian sepertiku lebih cuek, jutex, terkadang galak.  Duh, dibilang perempuan jadi-jadian jadi inget sama  yang Bawel selalu mengkoreksi atau menilai  penampilan.

Teringat  ketika  awal memulai pekerjaan dunia online, duduk manis di depan komputer melakukan tugas sebagai Spammer. Tiba-tiba dari belakang membisikan..

“Chie, itu tangan maskulin kaya cowo, keriput pula, trus  kaya potongan jahe baruntet” Aku terdiam, hanya dibalas dengan senyuman.

“Si Ibu itu wajahnya pake bedak atuh, dandan sedikit biar kaya perempuan dan menarik ” Aku melirik jutek.

“Kalau jadi perempuan, jalannya sedikit anggun, jangan buru-buru”  Aku menatap tajam.

“Si Ibu mah casingnya aja perempuan, dalemannya cowo” Aku ngakak.

“Bu, bu, coba sesekali pake rok, main-main kesalon, perawatan itu ada bintik-bintik item di muka” Bawel banget sih dalam hati

“Bu, di poto kumpulan Emak-Emak Blogger ada yang nyasar cowo, menunjuk ke diri yang satu-satunya orang tanpa hijab” Aku menunduk merasa ditabok secara halus.

Kata-kata itu selalu menempel dalam memory dan berkali-kali sering diucapkan terutama yang terakhir, membuatku banyak merenung. Mungkin semuanya hanya candaan belaka, tapi justru aku mengganggap sebuah sindiran halus, sebuah  perhatian yang ingin Manager Beningnya  lebih jadi perempuan tulen.

Ketika sisi maskulin hadir..

Aku lahir sebagai anak perempuan yang dididik kemandirian, karena sosok Bapak Tiri yang  super baiknya, mengajarkan hidup dalam tuntutan banyak target dimana perempuan harus bisa memainkan banyak peran, harus bisa berkarya menghasilkan sesuatu dan tidak berharap pada seorang suami (jika kelak menikah).  Anak perempuan harus bisa nyetir motor dan mobil,  minimal buat dirinya sendiri, agar ga bergantung sama yang lain. Menuntut untuk selalu tampil sempurna, memberikan tekanan yang akhirnya membuatku memilih figur maskulin sebagai panutan. Mulai bekerja part time diam-diam selagi liburan kuliah, mengabaikan perasaan terdalam, menjadi perempuan yang gigih dan kuat layaknya seorang kaum laki-laki.

Aku mengganggap, ini bukan berarti seorang perempuan “menyalahi kodratnya” karena setiap jiwa manusia pada dasarnya memiliki energi feminim dan maskulin. Jika seorang lak-laki akan cenderung lebih menonjolkan an kemaskulinannya dan perempuan  akan lebih menonjolkan sisi  feminin. Namun pada kodrat alamian yang aku rasakan, energi maskulin  berhubungan dengan tindakan, ketegasan  dan kejelasan. Sedangkan energi feminin akan berhubungan dengan ketenangan,merasakan lebih dalam, intuisi yang kuat.

ODOPFEB18 | ISB | Indonesian Social Blogpreneur | Nchie Hanie | LifeStyle Blogger

Perempuan jadi-jadian katanya, hiks

Menjadi  pribadi yang setengah laki-laki, setengah perempuan aku bangga, entahlah dengan sebutan cewek tomboy, atau pun Ibu-ibu bercasing laki-laki tapi ada bemper depan belakang. Yes, I’am, dengan sikap maskulin menjadikanku lebih mandiri, dimana segala sesuatu masih bisa aku lakukan sendiri, aku  merasa ga perlu meminta bantuan orang lain.  Menjadikanku pribadi yang kuat, ga rapuh, ga gampang menyerah atau putus asa  menghadapi kegagalan  ujian dan cobaan hidup.

Ketika sisi feminin hadir..

Sisi perempuanku hadir ketika rasa lelah melanda, kepenatan, kejenuhan, dalam hembusan nafas panjang, sewajarnya menangis adalah  cara ampuh perempuan untuk mengungkapkan isi hatinya yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sejenak, rasa ingin dimanja, glendotan di bahu  dan dada yang kuat, mendapatkan perhatian  layaknya anak kecil. Ya, ya ungkapan cengeng, manja, bawel hanya yang benar-benar  dekat dan mengerti tentang diri ini.  Tak mau terbawa perasaan, kembali mengabaikan sisi perempuanku.

Rasa ingin berhijrah, menutupi aurat adalah kewajiban sebagai  muslim. Secara tidak langsung tampilan pun akan berubah menjadi lebih sempurna dan berasa  tampak cantik euy dan  lebih bisa menjaga diri, plus  kaya perempuan tulen. Jika dulu berpenampilan jeans, skinny, T shirt, sepatu cats atao boots, rambut di kuncir atau di urai, jalan ngangkang itu Nchie banget. Setelah 4 tahun  berhijab pun, masih menjadi diri sendiri, butuh proses  untuk mengubah penampilan. Dan lagi..lagi dihujani sindiran halus..

“Bu, kepalanya udah ditutup, tapi bokong masih gutak gitek, pake celana gombrang atuh!” Hahhaaa, ngakak abiis.

Seiring dengan waktu, mulai mengenal pake rok dan memakai celana gombrang, berdandan dengan polesan  wajah simple. Yang penting buatku tetep menjadi diri sendiri, meski kadang masih lupa diri kalau duduk berasa di warteg, jalannya masih ngangkang layaknya cowo. Hahhaaha, maapkanlah diri ini masih belajar dan belajar terus menjadi pribadi yang anggun.

Ah, untuk menjadi perempuan tulen , rasanya ribet banget ya. Tapi, merasa diperhatikan dan alhamdulillah si Bawel banyak memberikan pelajaran soal kehidupan, terutama tentang menjadi kodrat perempuan sebenar-benarnya. Terima kasih buat “Bapak Bawel”  darinya banyak belajar menjadi sosok perempuan yang seharusnya layak didapatkan. Aku perempuan kan, pak? Tapi kalo mau ngajak balapan motor hayu, ditunggu di pengkolan ya*sejenak berubah menjadi maskulin.

ODOPFEB18 | ISB | Indonesian Social Blogpreneur | Nchie Hanie | LifeStyle Blogger

Namun, tak dapat dipungkiri, aku kurang menyukai hal-hal yang umumnya disukai perempuan,

ya..ya..coz Aku Istimewa

 

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

18 comments

  1. Seger thea melihatnya. Ciwidey dan balutan busana Teh Nchie. Adem.

    Kita da masih proses. Insya Allah. Bismillah. Semoga kita selalu istiqamah, ya Teh.

  2. Hihi baru tau teh Nchie tomboy. Malah saya liatnya mah kaya perempuan lain, feminim 😁

  3. “Si Ibu mah casingnya aja perempuan, dalemannya cowo” Aku ngakak.

    ITU TUH AKU SERING BGT DIBILANGIN GITU

    aku juga walaupun koleksi makeup dan skincare, baju dan sepatu nya jauh dari kata feminine lho mba 😀

  4. mamahku punya 4 anak perempuan di rumah daaaan yg gak feminin hanya aku syeorang, karena dua adikku yg udah gedean jago pasang alis plus tau padu-padan warna blush on di pipi biar jadi cantik, it’s okay to be different yg penting bahagia

  5. Sisi maskulin juga dibutuhkan minimal buat perlindungan diri dan gak tergantung ma org lain ya mbak cemunguutt 😀

  6. Aku sih lebih senang tampil apa adanya. Meski nggak se-maskulin mbak Hanie hehe. Perempuan juga harus mandiri deh

  7. teteuuup geuliiis teteeh..Dan kau juga asli dulu tomboy abiiiz! Sekarang doyan dandan huahaha

  8. Jalan kayak cowok 😀
    Aku sering dkomen gitu: duduk, berdiri, jalan kayak cowok. Pernah janjan di terminal bus sama temen (mau ke luar kota) nih.Di keramaian orang di terminal, dia bisa cepet nemu aku. Alasannya? “Berapa banyak sih perempuan berjilbab yang gaya duduknya kayak cowok?” 😀 😀

    Ya Allah, untung aku bukan Nia Ramadhani. Kalo iya, langsung masuk ke Lambe Turah dah tuh. 😀

  9. Aku suka juga teteh apa adanya. Menurutku asalkan kita bisa juga menyesuaikan dengan keadaan ya. Tapi aku belakangan agak girly mba :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.