Home / Review / LPS Digital Camp : Ayo Nabung di Bank
Digital Camp LPS | Lembaga Penjamin Simpanan | Ayo Nabung di Bank | Ayo Media Network | Ayo Bandung |Nchie Hanie |Blogger Bandung |Lifestyle Blogger

LPS Digital Camp : Ayo Nabung di Bank

Ayo Nabung di Bank . Teringat masa kecilku ketika masih Sekolah Dasar yang memperoleh sebuah peninggalan sejumlah uang dari Almarhum Bapak, sebut saja warisan keluarga yang jatuh pada sosok Anak Yatim ini. Bersama dengan Sosok laki-laki muda mengunjungi sebuah Bank dan menjelaskan dengan ramah tentang pentingnya menyimpan uang di Bank, beliau berkata,

“Nak, uang ini milikmu, suatu saat nanti pasti membutuhkannya, Bapak menitipkan di sini atas nama Bapak, nanti setelah 17 tahun baru boleh dipindahtangankan!”

Pada saat itu jujur aku tak memahami apa maksud perkataan itu, hanya setiap sebulan sekali aku diantar ke tempat menyimpan uang dan mengambil uang yang katanya buat biaya aku sekolah. Dan seterusnya tiap bulan aku melakukan hal yang sama, sampailah pada usiaku menginjak 17 tahun. Kembali aku diantar Sosok laki-laki matang ke sebuah Bank ternama dan disuruh membuka rekening, hanya beberapa menit saja aku mempunyai buku tabungan bersampul biru dengan pemilik rekening Sri Susilowati. Merasa bangga banget karena punya buku tabungan dan melirik sejumlah uang, aku tersenyum pada Sosok itu, dan beliau berkata dengan mata berbinar,

“Nak, ini tabunganmu, setelah 10 tahun Bapak kelola, sekarang menjadi milikmu, bapak ga bertanggung jawab lagi. Kamu sudah dewasa, bisa mempergunakannya kalau kamu membutuhkan untuk biaya sekolahmu.”

Rasanya terharu, aku baru menyadari ternyata Sosok itu mengajarkanku untuk selalu menabung dari hasil uang yang aku depositokan, sedikit demi sedikit menjadi bukit. Dan berasa banget begitu manfaatnya terasa sampai saat itu, bisa sekolah sampai bangku kuliah dengan uang tabungan.

Digital Camp LPS | Lembaga Penjamin Simpanan | Ayo Nabung di Bank | Ayo Media Network | Ayo Bandung |Nchie Hanie |Blogger Bandung |Lifestyle Blogger

Dulu, menabung di bank tuh rasanya sesuatu, kalo jaman now mah sudah biasa kali yaa (bagi yang paham denk)

(pict by pixabay)

Berbicara soal menabung, memang familiar dalam hidupku, dengan didikannya Sosok itu tentang pentingnya menabung aku tanamkan sampai aku memasuki dunia kerja. Lebih menghargai sebuah materi untuk ga sesaat habis, namun menyisikannya ditabungan buat masa depanku sendiri. Hidup memang up and down, apalagi setelah memasuki dunia Rumah Tangga dan memutuskan untuk resign, rasanya fluktuasi keuangan berubah drastis. Menikmati dengan sisa tabungan tambal sulam, ahh lagi-lagi berasa jatuh bangun. Sampai suatu ketika memasuki dunia blogging, yang lambat laun membawaku ke dunia internet marketing dan menjadi blogger profesional yang menghasilkan pundi-pundi dari dunia digital. Diam-diam penghasilan bulanan dan side job yang kini hobi dibayar tetep aku menyisihkannya ditabungan, untuk menjaga kelak aku membutuhkannya lagi ketik urgent. Apalagi sebagai Emak-emak penting banget menyimpan uang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Apalagi dijaman now ini berada di lingkungan dunia digital, bergelut dengan dunia sosmed menjadi kegiatan sehari-hari yang pastinya harus menjaga personal branding dengan attitude yang baik. Menyebarkan konten positif, berbagi kebaikan dan sharing memberikan pengalamanku sendiri tentang pentingnya menabung di bank, diantaranya:

  1. Menyimpan uang dengan Aman dan mudah
  2. Sebagai investasi jangka panjang
  3. Cadangan untuk kebutuhan yang mendesak
  4. Mengelola keuangan dengan terencana

Digital Camp LPS | Lembaga Penjamin Simpanan | Ayo Nabung di Bank | Ayo Media Network | Ayo Bandung |Nchie Hanie |Blogger Bandung |Lifestyle Blogger

Menabung sedikit demi sedikit, waku yang akan menjawabnya dan bakalan terasa banget saat kelak ku membutuhkan (pict by pixabay)

Di jaman now yang serba digital ini ternyata masih banyak loh yang belum memahami untuk menyimpan uang yang dimilikinya ditempat yang aman. Seperti kasus yang menimpa lingkungan terdekat, sebut saja Miss. Si Miss adalah orang yang kehidupannya lebih dari cukup, berasal dari daerah namun hidup di kota. Sangat bangga dengan pemikirannya bahwa menyimpan uang yang menurutnya aman adalah pada sebuah laci. Ketika lacinya penuh beralih pada bawah bantal dan kasur. Membayangkan lacinya penuh? Hmm, baiklah beberapa gepok kertas berwarna merah pun sebesar 80 juta menjadi penghuni bawah bantal, beberapa waktu kemudian sebagian uangnya hilang dan menuduh hal ghaib bahkan yang paling parah menuduh orang sekitar mengambil hartanya. Aku terdiam tanpa kata, sependek itu kah pemikiran loe, Miss?

Berada di lingkungan sebuah komplek dengan segala drama kehidupannya, masih saja terkuak dan bangga ketika si Miss mengunggah kejadian tersebut beserta isi rumahnya ke dunia sosial media. Lalu apakah uang yang hilang di Laci ada si penjamin yang menggantinya? Yes or No, jelas No! Yang ada hanya rasa malu dan picik karena menuduh orang sekitar yang akhirnya memutuskan tali silaturahmi, naudzubillah.

Pengalamanku menjadi nasabah sedari dulu, dan menyadari betapa pentingnya menabung di bank, karena jika kelak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya suatu saat banknya bangkrut atau kebakaran dan hal lain yang tidak diinginkan, ternyata ada yang menjamin uang para nasabah yaitu dengan adanya sebuah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hellow kemana saja si aku ya, ko baru ngeh dengan yang namanya padahal sudah beroperasi sekitar tahun 2005. Jadi LPS adalah lembaga yang menjamin uang nasabah tetap aman, hadir berdasarkan UU No. 24 tahun 2004.

Digital Camp LPS | Lembaga Penjamin Simpanan | Ayo Nabung di Bank | Ayo Media Network | Ayo Bandung |Nchie Hanie |Blogger Bandung |Lifestyle Blogger

Lalu sumber dananya dari mana sehingga bisa membayar klaim nasabah? Menurut Pak Harris dari LPS ketika Ngabuburit di Digital Camp, ternyata dari premi perbankan sebesar 0,1% dari rata-rata DPK yang dibayarkan per semester dan sampai saat ini total ada 1.891 bank yang menjadi peserta penjaminan LPS. Ada 115 bank umum (102 konvensional dan 13 syariah) dan 1.776 BPR (1.609 konvensional dan 167 syariah). Sambil manggut-manggut, wow banget cara kerja LPS yang begitu besar ikut andil dalam dunia perbankan tanpa disadari keberadaannya. Mau tahu lebih lengkap kinerja, kunjungi website Lembaga Penjamin Simpanan ya.

Memang tak mudah loh mengajak atau mensosialisasikan untuk “Ayo Nabung di Bank” karena dengan menabung di bank adalah bisnis kepercayaan yang sebagian masyarakat di Indonesia belom melek tentang arti pentingnya keberadaan suatu bank. Hal tersebut sangat wajar ko, karena ternyata tingkat kepercayaan dan pendidikan masyarakat pada sistem perbankan belom sepenuhnya tinggi hanya 48%, itu berdasarkan data dari Global Financial Inclusion Index 2017, sangat jauh dengan negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Thailand, jangan tanya deh acungin jempol buat Singapura yang memang juara banget dengan tingkat kepercayaannya pada dunia perbankan.

Digital Camp LPS | Lembaga Penjamin Simpanan | Ayo Nabung di Bank | Ayo Media Network | Ayo Bandung |Nchie Hanie |Blogger Bandung |Lifestyle Blogger

Nah, ini dia Team Ayo Media Network yang membukakan mata tentang LPS di Digital Camp

Dari dua kasus yang aku alami di atas, mungkin sekiranya dapat disimpulkan, bahwa sebagai Emak-emak yang hidup di dunia digital harus lebih banyak lagi belajar untuk smart dan bijak. Apa yang harus dilakukan? Tentunya mulai mensosialisasikan dan mengajak minimal dari cirle terkecil dan lingkungan terdekat betapa pentingnya untuk menabung di bank dan betapa sangat penting untuk selalu bijak terhadap penggunaan sosial media. Buat aku pribadi karena sosmed adalah media untukku mengais rezeki, pastinya menjaga apapun yang aku share hanya yang lebih bermanfaat saja dan mempertahankan branding yang selama ini sudah baik (katanya).

Digital Camp LPS | Lembaga Penjamin Simpanan | Ayo Nabung di Bank | Ayo Media Network | Ayo Bandung |Nchie Hanie |Blogger Bandung |Lifestyle Blogger

Ngabuburit bareng LPS Digital Camp Ahaa, ada yang cakep disarang Gadis ((Gadis))

Alhamdulillah, bisa Ngabuburit Berfaedah di acara LPS Digital Camp yang diselenggarakan oleh LPS dan Ayo Media Network. Menjadi bagian dari salah satu perserta dan pastinya akan ikut berkampanye terus di sosial media tentang #AyoNabungDiBank dan #AyoNabung dengan beberapa teman influencer dan komunitas media online. Hadirnya Pemuda unyu-unyu yang smart sebagai pendiri komunitas sosial Mataharikecil Kaka Yasser Muhammad Syaiful berbagi pengalamannya tentang sosmed dan betapa penting dan berpengaruh besar dunia digital khususnya di sosial media untuk mensukseskan sebuah kampanye seperti #AyoNabungDiBank

So, menurutmu masih mau menyimpan uang di Laci atau di Bank? Eh, tahu ga sih, si Miss yang aku ceritain di atas 3 tahun belakangan ini, sudah melek tentang bank lho, senang rasanya bisa berbagi pengalaman dengan Miss ini. Dan aku ingin berterima kasih kepada Sosok laki-laki yang mengenalkanku dan mengajarkanku untuk menabung di bank sedari kecil, beliau adalah Alm Bapak tiriku yang pastinya akan tersenyum manis melihat anaknya sampai kini rajin menabung, tidak sombong dan baik hati eeaaa.

Gimana niy caramu di Sosmed  buat kampanye #AyoNabungDiBank ?

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

55 comments

  1. Harus semangat menabung, demi masa depan ya Teh.
    Aku juga kepngen bisa langgeng terus nabungnya hehehe

  2. Nabung paling seneng saat bobok celengan. Penasaran isi berapa. Nabung di bank lebih aman

  3. Aku selalu menekankan sama anak untuk pembiasaan menabung. Menabung beneran banyak manfaatnya. Dari nabung di celengan trus kalo udah agak lumayan langsung pindahin ke bank. Anak khusus punya rekening sendiri, biar ngga diganggu sama emaknya. Hehe

  4. Kalo aku tipe yang mesti punya tabungan (eh semua juga gitu denk), mending bertahan dengan mobil keluaran 2001 daripada beli mobil tapi tabungan nihil dan kalo mau nge-trip kudu target tabungan mencapai sekian di luar budget piknik baru aku mau nge-trip. So, nabung di bank kenapa ga? Asal aman nyaman di hati dan hari “nanti”

  5. Mungkin bisa disebut karena saya menabung, saya bisa menikmati masa pensiun saya setelah resign jadi TKW. Coba kalau gak nabung, kembali jadi TKW aja kali ya…

  6. Kalau besar banget nilainya puluhan juta mending dialihkan buat investasi emas sih menurutku. Tidak ke Bank, tidak pula di laci.

  7. Menabung untuk masa depan. Tentu tidak kuatir dan takut lagi karena di bank sudah ada yang jamin yaitu LPS.

  8. Nabung memang kudu di bank, jangan di balik kutang. Hahaha

  9. Aku nabung di dua-duanya.

  10. Sebagai emak2, Aku juga sudah mulai mengajari si kecil buat menabung di celengan favoritnya Teh. Penting banged emang menabung, Aku pun mulai memiliki 2 ATM yang dibedakan, 1 untuk ditarik, yang 1 untuk simpanan.

    Apalagi sekarang sudah hadir LPS, jadi sebagai nasabah sudah lebih aman lagi menyimpan uang mereka di Bank.

  11. Duh jadi diingetin buat buka tabungan buat anak2 mbak, selain buat menyimpan uang jg buat ngajarin anak2 menabung.
    Emang sebaiknya simpan di lembaga terpercaya ya yg udah dijamin kyk bank2 itu TFS

  12. Nabung sih udah dari dulu Nchiiiie,
    Tapi kepake lagi-kepake lagi, perasaan kagak nambah-nambah siiih! Jadi cedih akutu :((

  13. Ngomongin nabung, aku baru inget harus buka satu rekening lagi yang fungsinya buat dana urgent gak boleh diotak-atik

  14. assalamualaikum..

    sudah lamaaa sekali nggak jalan2 ke sini.. 😀

  15. Aku nabung didua-duanya teh, Bank ada, celengan kucing juga ada :))

  16. Menabung memang sangat perlu untuk persiapan masa depan. Sekarang sudah banyak kemudahan karena sudah bisa menggunakan perangkat digital dan tidak perlu bola balik ke bank untuk nabung, seperti zaman dulu. Semangat nabung, ah…

  17. Nabung di bank nih kalau sekarang kebanyakan biaya admin daripada benefitnya. Kalau dapat bank yang ngga narik biaya admin dan malah ngasih bunga mah senang banget deh… 😁😁😁

  18. Cara Mpo gampang, nabung sekaligus belanja di minimarket. Karena nabung buat keperluan mendesak yang kita tidak tahu kapan peristiwa tersebut terjadi

  19. Asiknya menabung jika sudah terbiasa sedari Kecil. Kalau sudah dewasa gampang sisihkan gajian

  20. Alhamdulillah aku rajin.nabung di Bank kok. Masing2 anakku udah aku biasain juga nabung teh.

  21. dari dulu sampai sekarang menabung itu penting.

  22. Mengatur keuangan masih sulit buat aku. Angan-angan sih pengennya udah bisa investasi, dll. Tapo ujung-ujungnya tabungan kepake beli tiket :))

  23. Dari kecil aku nabung di Bank, zaman tapelpram (tabungan pelajar dan pramuka) sampai sekarang. Alhamdulillah ya Teh ada LPS jadi ga takut duitnya raib kalau nabung di Bank.

  24. Aku nabung di bank juga emas hahaha yang terakhir biasalah asyik buat bolak balik kalau butuh dan harga lagi tinggi.

  25. Menabung itu pasti untung nggak buntung ya. Aku nabung di bank dan juga emas. Biar gampang hahaha

  26. Aku mah nabungnya nabung lemak di perut dan paha. Hahahaha. kalau dipikir-pikir, aku memang tidak menabung di bank meskipun punya beberapa rekening bank. Bank hanya digunakan sebagai tempat bersinggahnya uang saja. Mungkin karena manajemen keuangan aku juga yang kurang baik jadi kadang udah niat menabung eeh terpaksa ditarik untuk suatu keperluan.

  27. Salam buat si Miss yang sudah bertobat mbak.. #eh

  28. Nabung itu perlu banget. Karena kita tidak pernah tau keadaan mendesak

  29. Aku dua-duanya teh ,,di bank sama di celengan hehe kalau di celengan mah koinan dan kalau ada kebutuhan mendesak bisa di bongkar hehe.

  30. Penting banget yah nabung buat masa depan kita. Aku jadi pengen buat tabungan untuk Haidar deh

  31. “Rajin Nabung Pangkal Kaya”
    Alhamdulillah aku mah dari kecil udah rajin nabung di celengan dan bahkan di Bank. Udah bisa setor mandiri ke bank. Dulu lupa tabungan jenis apa tapi kalo ga salah di bank BRI.
    Tapi emang di era konsumtif kek sekaranf ini musti digalakan rajin nabung dan bahkan investasi.

  32. nabung itu susah kak, meski udah disimpen di bank tp tangan pasti gatel pengen ngambil. hahaha

  33. Nabung di bank memang aman,tapi ga kuat dengan biaya administrasi nya, masa isi tabungan 20 juta bunga cuma 15.000 eh biaya administrasi dan pajak bisa 25.000 yang ada tekor kepotong terus isi tabungan saya…

  34. Sewaktu SD saya pernah punya celengan, ilang diambil sodara yang iseng. Sekarang ada bank, sdh bukan jaman nabung pakai celengan.

  35. pertama kali nabung di kantor pos jamannya SD, mamahku yg bikinin, pas SMP baru deh nabung ke bank tapi di buku bank-nya ada nama mamahku juga

  36. Menabung memang harus dimulai sejak dini ya teh..jadi besarnya ga repot lagi mengatur keuangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.