Home / Review / Mengenal dan Memahami FinTech, Yuk!
Pahami Fintech | Peer to Peer Lending | Ngobrol Tempo| nchie Hanie | Blogger Bandung

Mengenal dan Memahami FinTech, Yuk!

Mengenal dan Memahami FinTech, Yuk!. Karena menurut penelitian para wanita lebih bertanggung jawab dalam meminjam uang, maka dari itu kebanyakan industri fintech lebih senang mengucurkan dananya kepada para wanita. Asik kan pinjem dana jadi diprioritaskan, kenapa? Konon, wanita itu lebih dipercaya dan smart dalam mengelola keuangan.  Dan tau ga sih, berbicara tentang keuangan memang agak pelik, tapi tetep kudu melek . Seperti hari ini Tempo Media Group menyelenggarakan diskusi Ngobrol Tempo tentang Fintech yang membahas “Sosialisasi Program Financial Technology Peer to Peer Landing : Kemudahan dan Risiko untuk Konsumen”

Nah, apalagi dijaman era teknologi  yang merupakan sebuah era di mana kehidupan dan aktivitas masyarakat akan lebih mudah dan efektif dikarenakan peran dunia digital. Ternyata bisnis online  ga hanya soale e-commerce (toko online) atau situs portal berita. Ada sebuah industri baru bernama financial technology atau nama  bekennya  FinTech Indonesia yang merupakan  salah satu jenis startup yang mulai naik daun.

Kenalan dengan Fintech, yuk!

Fintech adalah sebuah singkatan dari kata ‘financial’ dan ‘technology’ yang  artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan misalkan proses jual beli saham, transfer dana, peminjaman uang (lending) secara peer to peer (p2p) dan masih banyak lagi.  Kehadiran Financial Technology sendiri  untuk mempermudah kita dalam bertransaksi, jadi sekarang ga  pake  ribet lagi  dalam  kegiatan keuangan lainnya.

Dan keberadaan Fintech  pun mempengaruhi kebiasaan transaksi masyarakat menjadi lebih praktis dan efektif dan tentunya  membantu masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan akses terhadap produk keuangan dan meningkatkan literasi keuangan.

Perkembangan pesat teknologi informasi mendorong munculnya banyak perusahaan start up di sektor keuangan. Jangan salah banyak perusahaan-perusahaan FinTech  di Indonesia didominasi oleh perusahaan startup dan berpotensi besar. Dan saat ini yang akan dibahas adalah keberadaan industri financial technology  atau fintech berbasis peer to peer (P2P) Lending.

 

Wajah-wajah ketika mulai memahami lebih jauh tentang fintech

Peer to Peer Lending

Aku tuh selalu bingung kalo berbicara istilah keuangan, meski bukan ahli finalcial tapi mulai memahami kalo  P2P Lending ini merupakan sebuah layanan yang keberadaannya sangat membantu masyarakat, terutama buat menteman yang mempunyai usaha (UMKM) . Mereka pun dapat meminjam dana dengan mudah.

Nah adanya Fintech ini  berguna sebagai mediasi yang menemukan investor dengan pencari modal, layaknya marketplace dalam istilah e-commerce. Dalam bahasa sehari-hari  biasanya disebut pendaanan gotong royong, ini memudahkan banget orang yang  membutuhkan dana. Permodalan  begini tentunya merupakan sebuah isu yang sangat signifikan untuk mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan finansial masyarakat.

Tapi perlu diperhatikan, lebih baik tidak sembarangan meminjam dana, bisa-bisa  nanti terlilit hutang gara-gara bunga terlalu besar.  Sekarang lagi booming Fintech yang gampang banget kalo mau pinjem secara online dan tentunya ini menjadi solusi bagi masyarakat pelaku ukm dalam peminjaman dana yang mudah. Tapi, ingat mesti hati-hati lakukan pinjaman dana yang diawasi oleh OJK.

Apa itu OJK? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan, dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.  Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan. Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Hadir perwakilan dari instansi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamar Dagang & Industri Kota Bandung (Kadin), Modalku dan Direktur Utama PT. Esta Kapital Fintech.

Dalam acara diskusi  di Atmosfer Cafe 13 November 2013, Bandung yang melibatkan berbagai tokoh tersebut,  bahwa Fintech sebenarnya adalah platform untuk menjembatani pemilik dana dengan para peminjam dana.

Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016, diatur kewajiban bagi penyelenggara P2P Lending untuk mendaftar ke OJK. Ada  73  nama perusahaan fintech yang terdaftar telah dipublikasi OJK di laman resmi  www.ojk.go.id. Dimana jumlah pemain yang banyak dan dukungan aturan resmi yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat P2P lending menjadi salah satu sektor fintech yang tumbuh cepat di Tanah Air, selain sektor pembayaran dan e-money.

Konsumen pun yang akan meminjam dana akan mendapatkan perlindungan dalam menjalankan bisnis fintech berbasis P2P Lending.  Menurut kutipan  dari situs OJK, sampai 19 Oktober 2018 jumlah perusahaan fintech P2P Lending yang terdaftar atau berizin OJK mencapai 73 perusahaan. Jumlah perusahaan yang dalam proses pendaftaran 47 dan perusahaan yang menyatakan berminat mendaftar 38 perusahaan.

Ada pun jumlah rekening penyedia dana (lender) P2P lending hingga Agustus 2018 mencapai 150.061 entitas atau meningkat 48,66 persen (ytd). Jumlah rekening peminjam (borrower) 1.846.273 entitas atau meningkat 611,10 persen (ytd). Total penyaluran pinjaman hingga Agustus 2018 sebesar Rp 11,68 triliun atau meningkat 355,73 persen (ytd).

Wow lumayan banyak ya, dan pastinya mempermudah siapapun untuk melakukan pinjaman. Nah, buat kita jangan sampai tergiur dengan pinjaman-pinjaman yang mudah tapi kurang paham resikonya. Jangan sampai niat meminjam dana untuk usaha, malah menjadi bumerang terlilit hutang, seperti yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini.

Nah, ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam meminjam di Fintech Peer to Peer Lending :

  1. Pastikan meminjam dana dari perusahaan yang terdaftar atau mempunyai izin di OJK
  2. Meminjam sesuai dengan kebutuhan  dan maksimal 30% dari penghasilan
  3. Lunasilah cicilan pada waktunya
  4. Hindari membayar pinjaman dengan melakukan gali lobang tutup lobang
  5. Harus mengetahui bunga dan denda pinjaman sebelum meminjam.

Baiklah, aku pun menjadi bertambah wawasan tentang peer to peer lending ini, bagaimana pun setiap orang akan berbeda kebutuhannya. Apalagi yang punya usaha, pastinya modal untuk usahanya akan lebih berkembang ketika mendapat kucuran dana untuk usahanya. Dan kehadiraran fintech P2P Lending  mempermudah banget bagi UMKM  akan melakukan pinjaman. Tetep waspada ya!

Habis menerima makanan yang bergizi soal #PahamiFintech wajahnya cerah ceria gitu yaa!

Jadi karena wanita mah katanya paling dipercaya dan gampang kalo mau pinjem, hayu atuh pinjam buat liburan eehh buat usaha maksudnya.

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

34 comments

  1. kelihatan wajahku yg udah paham fintech, pengen segera pinjam uang

  2. Fintech ilegal sekarang mah syereeem ngiklan di segala penjuru sampai suka sms segala,
    Mudah2an kita gak tergiur yah, kalo perlu modal mending ke Fintech resmi aja biar lebih aman :))

  3. Urusan ngatur keuangan emang identik banget sama wanita. Dan sebagai wanita jaman sekarang kita kudu pinter n cerdas cari info sebanyak mungkin tentang kemudahan yang diberikan oleh layanan fintech ini.

  4. wah baru lagi nih.. cocok buat emak erte, hihi

  5. Baru kemaren lihat berita di TV, terlilit hutang finteck2 online yg bunganya tinggi. Aku dengernya ngeri banget.

  6. Fintech sekaramg mah ngalayah ya teh ada yg tanpa agunan bahkan menjanjikan pisan cair 10 menit ceunah kan serem melebihi minjem ke rentenir yg kejam 🙁

    maka pandai2lah kita bener banget sebagai perempuan untuk tydack tergiur dengan kemudahan hutang :p

  7. wanita memang terbukti lebih canggih dalam mengatur keuangan ya *asseeeek

  8. Lagi serius2 baca ya Allah trs lihat dedew yg sadar kamera padahal yang lain fokus langsung ngikik deh 😂

    Ini fintech nya lain dari yang lain ya teh bisa ada pinjaman juga dan prosesnya cepet. Wow… Langsung buka cabang gitu Kedai41. Ehehehehe 😍

  9. Makasih pencerahannya, Teh. Jaman sekarang emang kudu melek keuangan, termasuk soal fintech ini. Makanya pengen belajar, hehe biar gak blank pisan

  10. Semua serba digital bahkan untuk peminjaman modal jg. Tp bner kt tth. Tetep hati² 🙂

  11. Aku suka gak berani pinjam uang Teh hihihi takut gak bisa bayarnya, kecuali KPR aku baru berani.

  12. Wooh teh, aku jadi tercerahkan nih soal pinjam meminjam dana hehe. Fintech mantul nih, apalagi buat para wanita khususnya buibu kaya aku yang haus liburan #eh

  13. Kalo pake jasa fintech mending yg modelnya kayak gopay,danaku,dll. Kitanya naro uang. Kalo mau minjem, mending jangan ke fintech heuheuheu. Bunganya gede pisan. Tapi emang wajar sih gede. Yg pasti mah you win some you lose some tea.

  14. Ngeri bener ya kalau kena jebakan fintech abal-abal

  15. Mayarakat perlu diedukasi mengenai fintech ya..supaya gak ada lagi yang merasa dirugikan karena meminjam uang di lembaga yang ilegal

  16. Urusan duit mah emang perempuan jagonyaaa!
    Jago ngabisin maksudnya hehehe.

    Iya nih suka syerem ama kelakuan para Fintech ilegal yang bunganya tinggi2 itu, untunglah dapet ilmu di event ini jadi paham kalo nyari pinjeman di Fintech yang terdaftar resmi di OJK

  17. Wah beneran dapat ilmu bagus ya…sekarang memang makin banyak aja fintech, jd hrs pandai mengfilternya ya, jgn sampai tertipu sama yg ilegal…

  18. Fintech sekarang lagi berkembang pesat ya. Mungkin memang sudah zamannya.

  19. aku juga baru paham soal fintech waktu ikut seminar di Unpad beberapa hari yang lalu.
    keren tapi di sisi lain juga serem kalau terjebak di fintech ilegal.

  20. kemajuan teknologi mempermudah semuanya ya?

    Tapi saya tetep ga paham gimana ngeceknya

    Karena di Bandung ada program Melati, tapi kok ribet banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.