Home / Perempuan Dewasa itu

Perempuan Dewasa itu

Di rumah itu..
Di malam semua sanak saudara,teman dan kerabat berkumpul untuk menghadiri pengajian mengenang 40 hari seseorang yang sangat di cintai.Ada rasa bahagia,ada rasa sedih karena kehilangan beliau.Mereka semua ikhlas dengan kepergiannya,karena mungkin itu jalannya terbaik yang di berikan oleh Nya.
Suatu kebetulan,di hari yang sama namun berbeda waktu di adakan pengajian mengenang 40 hari kepergian tetangganya.Alhamdulillah 2 pengajian tersebut berjalan dengan khidmat dan sesuai dengan rencana,semoga doa-doa yang di sampaikan dapat menerangi jalannya orang di cintai menuju surga.

Di sela-sela keramaian,tawa dan canda  sanak saudara yang jarang sekali berkumpul,tiba-tiba seorang Ibu pergi dengan tergesa-gesa karena ada sekelompok orang yang mengajaknya (tetangganya)dan menunggu di depan rumah .
Tanpa pamit pergi kemana , begitu saja meninggalkan rumah ,anak-anaknya dan sanak saudara yang sedang berkunjung.Tamu jauh datang sementara tuan rumahnya  tak ada,suasana yang tidak meng enakkan.
Tiba-tiba ada seorang perempuan setengah baya   mendekati  perempuan dewasa dan membisikan sesuatu,alangkah terkejutnya setelah mendengar kemana perginya si Ibu tadi.
Apa ? ke Karaoke ??
Dan ini bukan yang pertama kalinya si Ibu itu pergi ke karaoke beserta teman segerombolannya (ibu-ibu labil juga).

Tak ada yang bisa di ucapkan perempuan dewasa itu selain menyimpan rasa sedihnya,tak ada omongan terucap karena sudah tidak bisa melarang si Ibu tadi pergi.
Dalam hatinya bertanya-tanya..
Tapi mengapa harus pergi di saat pengajian baru saja selesai?
Mengapa harus pergi di saat sanak saudara dan tamu yang datang yang semestinya harus di jamu?
Tidak bisakah di tunda wahai Ibu ?
Mengapa duka yang tersisa harus di nodai kepergianmu? 
Perempuan dewasa  berusaha menutupi kegelisahan hatinya dan mencairkan suasana yang tadi sempat beku,dan tetap memberikan senyuman kepada kerabat yang masih ada,berusaha menenangkan keadaan yang sedikit ramai gara-gara kepergian si Ibu tadi.
Perempuan dewasa tetaplah tegar,tanpa bisa berbuat apa-apa,meskipun sudah menitipkan Surat Cinta buat Ibunya tapi tak pernah mengerti  apa yang ada di dalam hatinya.
Entah harus berbuat apa untuk membukakan hati dan pikirannya yang sekeras batu karang ,tak kuasa hati ini melawannya karena dia  adalah seorang Ibu yang harus di hormati.
Perempuan dewasa hanya terdiam,hanya doa  yang di panjatkan,
semoga suatu saat nanti  hatinya terbuka.
Dan Perempuan Dewasa itu ..
adalah Aku..
Aku ingin selalu menjadi orang yang berbahagia,meskipun hatiku sedang sedih pilu biarkanlah hati ini saja yang tau,biarkanlah orang lain mengenal aku dengan keceriaanku..
Bukankah sangat senang jikalau kita melihat orang yang berbahagia,ceria..??

Mama Olive  berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng SoesJeng DewiJeng Nia”. Disponsori oleh : “Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

42 comments

  1. Pertamax dulu…
    Bacanya besok krn dah ngantuk

  2. astaghfirullah…
    yg sabar bu, tetap percaya, di balik semua yg terjadi, pasti selalu ada hikmahnya.. 😀

    selamat & sukses kontesnya

  3. sing ikhlas we geulis, jangan jadikan beban ..

  4. Aaah…mengharukan Teh..

  5. @mabrurisirampog betul sekali Mab,banyak hikmah buat pembelajaran diri,agar suatu saat nanti aku tak begitu..

  6. Tapi kan Nchie sudah bisa ambil hikmahnya, toh? 🙂
    Gutlak kontesnya, ya 😉

  7. Salam untuk Perempuan Dewasa itu…

  8. Perempuan dewasa yang tegar… *terharu*

    Ini rumah baru ya, Jeunk? Cakep kayak yang punya.. huhuhu…… *adayanggeernih*

    Mak Cebong 1 datang berkunjung. Terima kasih atas partisipasinya, sudah dicatat sebagai peserta di Buku Besar Keluarga Cebong 😀

  9. Saya nggak bisa ngomong Nchie …

    Saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut …

    (pasti ada sebabnya … pasti ada sebabnya)

    Salam saya

  10. @Della HArus donk della,bisa untuk bercermin,agar kita tidak berbuat seperti itu..

  11. @DewiFatma Iya jenk..Aku pindah kost di mari..

    Asiikk dah jadi peserta..

  12. @nh18
    Sebabnya adalah Egois tingkat tinggi,hanya mementingkan diri sendiri..hiks..

  13. Maafkan Mak cebong 2 baru datang….hiks aku koq nangis yach baca postingan ini…..mudah2an doa Nchie dikabulkan…aamiin

    terimakasih atas partisipasinya…sdh tercatat sbg peserta

  14. Duh, sedihnya mbak…

    Semoga mbak selalu jadi perempuan dewasa yang tegar yaa… ^_^

  15. perempuan dewasa semoga kejadian itu bisa lebih mendewasakan

  16. @Nia Cup..cup bu juri ga boleh nangis..malu ahh..ntar ga kliatan cantiknya…

    Makasih ya Mam..Amin semoga..

  17. @riezAmin..Amin..
    tengkyu ya Riez..

  18. jangan suudzon dahulu, mungkin si ibu sedang karakoean sambil mengaji di tempat lain 😀

  19. ciee sedih banget ni yee ceritanya.. #loh?
    sedih koq malah dicie-cie

    wah yaa buat belajar aja Nchie.. jadikan bahan perenungan

    sambil karaokean tentu aja! #plaak

    semoga sukses yaa

  20. iih gaphe orang sedih malah cie..cie…punten teh kurang konsen bacanya , mau dibaca ulang dulu ya 🙂 pasti balik lagi kok

  21. sesuai janji aku balik lagi nih teh:)
    tiap orang punya cara sendiri2 untuk mengatasi kesedihan ya.
    btw aku mah kuper kali ya belum pernah tuh sekalipun ke karaoke 😀

  22. Ah, saya baru memahami kesedihan dan arti surat itu. Betapa sedihnya. Sabar ya, mbak. Setiap orang diberi cobaan berbeda2 dan semua merasa dukanya lebih besar dari yang lain. Dan perempuan dewasa akan selalu tahu, kesedihannya hanya sebuah ujian agar menjadi pribadi yang semakin baik.

  23. semoga kelak dhe pun bisa menjadi perempuan dewasa seperti ncie.. tapi kalo misal dhe ke Bandung trus ncie ngajak karaoke bareng, dhe mau lho ncie.. hahahaha (komen OOT) 😀

  24. Teh, punten Mak Cebong 3 baru dateng dimari. Pulang holidei Zahia sakit, muntah2 dan pup terus. jadi we gw nyicil2 ke rumah tetangganya 🙂

    Hiks, tegarnya dirimyu Teh! Tapi gw penapsaran, apa seh yang ada di benak si Ibu ampe bisa2nya setelah acara pengajian malah berkaroke ria??

    Nuhun Teh atas partisipasinya. Masih ada 2 kategori lagi menanti. So atuh dibungkus semua 🙂

    Salam untuk Olive dari Double Zee. Teteh di Bandungnya dimana?? kalo gw di Gatsu (cakeut BSM hiyaaaaa)

  25. @Gaphe oo GAphe begitu ya..lagi sedih di ciee..ciee..

  26. @Lidya – Mama Pascal
    PAStinya begitu Mba..

    Aku juga belom pernah Loh Mba.kalah deh sama si Ibu..

  27. @dhenok habibie
    Ogah Dhe..aku ga pisa bernyanyi,tapi aku suka lagu2..

  28. @Mak Cebong 3
    Ga tau Jenk..sulit menyelami pikirannya,anak kecil bisa di cubit..kalo udah dewasa apalagi berumur masa iya di cubit..

    Waahh Orang BAndung juga ternyata,deket donk di BSM,aku di ciwastra,Buah BAtu ..

    Ayo kita Kopdar..

  29. hiks.. kadang kita nggak bisa memahami apa yg dirasa, dipikir bahkan oleh ibu kita sendiri ya Teh..

  30. Hehehe KopDarnya kalo ekye mudik yah Teh 🙂

    Minta noemr henpon atuh Teh biar bisa smsan. Lewat pesbuk ajah. Nuhun 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *