Home / Uncategorized / Surat Kecil UntukMu
IMG_20160223_022202

Surat Kecil UntukMu

Surat Kecil UntukMu

Halo, apa kabarmu di sana?
Hey, moga di tengah kesibukanmu dengan berbagai urusan yang pelik masih bisa mendengarkan. Mohon Izin kali ini ingin aku duduk, bersandar manja sesaat pada bahumu. Entahlah hanya kekuatan terbesar yang kudapat darimu selama ini aku bertahan menjalani hidup, entah itu godaaan, cobaan, ujian yang datang.

Melalui metamorfosa kehidupan, sedari kecil, remaja, dewasa dan kini makin dewasa, hidup ternyata tak membuat lebih mudah ya. Sampai detik ini pun, masih belum mengerti apa kehendakNya yang terbaik buatku.
Mau menjadi apa, dan kemana arah membawa hidup dan kelak masihkah berjodoh dengan pasangan sampe surga nanti. Namun aku yakin akan satu hal, yang pasti selalu menemaniku dalam setiap langkahku, aku tahu Kamu ada. Kamu pun tahu mengurusiku aja terkadang mengesalkan sekali, terutama dengan kerasnya hati ini. Tapi, selalu ada dan hadir ketika dibutuhkan diujung sepertiga malam.

Tak mudah untuk bisa berbagi cerita, terkadang banyak meminta. Apa yang seharusnya aku miliki tapi apakah kau akan tetap di sampingku? Tatkala diri merasa sendiri di tengah keramaian, ketika sepi menyelimuti diri hanya berteman dengan derai air mata.  Ada kalanya dimana teman terbaik, sahabat dan keluarga sendiri menjauhi meninggalkan dan mengkhianati. Bahkan orang yang paling dekat pun membuat sakit hati. Tapi kamu selalu ada dengan janji yang pasti dan tepat hadir saat dibutuhkan. Tetep dengan kemurahan hatiNya dan kesabaran menemani kegundahanku. Sampai memilih untuk tidak pergi dari sisiku.

Terkadang..
Intropeksi diri, melihat apa yang telah dijalani dalam hidup ini yang penuh intrik romantika kehidupan. Membuatku tertawa geli, pencapaian yang di raih tak semudah yang dibayangkan, tapi ko bisa yaa aku melewatinya. Rasa-rasanya  hidup ini semacam sinetron yang didalamnya memerankan sebuah adegan dengan tokoh tertentu.

Mengikuti perannya kini membiarkanku menjajal banyak hal, menceburkanku ke dunia yang tak kupahami sebelumnya yang ternyata memang nikmat kurasakan. Memasukanku ke dalam berbagai kegiatan agar aku makin tangguh dan belajar bagaimana cara bersikap dengan banyak orang. Orang yang baru ku kenal sekalipun. Bukankah makin banyak menjalin pertemanan adalah memperpanjang silaturahmi. Its ok, makin nyaman!

Berfikir bertanya pada diri sendiri…
Bukan hanya sekali saja ku bertanya. Sebenernya punya rencana apa untukku? Sementara kini, hanya tergeletak diam membisu, tanpa arah dan keinginan yang pasti. Kenapa membiarkanku mempertahankan rasa yang ada. Apakah masih menguji dan meragukan kesetiaan ini? Sebuah kesetiaan yang aku pegang hanya untuk orang-orang yang benar dan layak singgah di hati.

Masih bertanya…
Kenapa kini membiarkanku masuk ke dalam satu pekerjaan yang harus perlahan merintis semua dari nol. Jatuh dan bangun bersama-sama. Bukannya masukkan aku ke perusahaan stabil yang sudah ternama? Tak terbesit dalam hati untuk menolak semua rencana indahmu. Karena ku yakin ini jalanku dan kunikmati setiap langkah langkahnya, suka, duka bahkan air mata serta mempertaruhkan diri sendiri untuk tetap menjaga apa yang diamanahkannya.

Ah…
Tapi tetap dengan memelas dengan segala kerendahan hati. Meminta pertolongan buat aku selalu percaya bahwa Kamu selalu punya rencana.
Kan kuserahkan urusan selanjutnya tentang masa depan, kecemasan dan kekhawatiran ini. Sampai seorang sosok yang kelak bisa diajak berbagi beban. Percaya bahuMu kuat, Aku yakin Kamu tak keberatan kan? Sudah cukup bagiku sesungguhnya hanya Bahumu yang selalu setia memberikan sandaran dan mendengarkan cerita romantika diamor.

Entahlah usia yang tak muda lagi, membawaku kearah lebih merenungi, jalan-jalan ke dalam diri. Akan kubungkam mulut, kusimpan kelu kesah, menjaga kata-kata yang tak pantas lalu mengikuti jalurnya saja. Kali ini aku ingin belajar lebih mendekatkan lagi dengan  pasrah dan ikhlas. Menjadi hamba yang berserah dan lebih percaya. Semua ini menjadi hakmu, bagaimana membentukku dengan caramu.

Saat ini…
Tak tahu sedang Kau bawa kemana arah yang akan di tuju. Hanya bisa mengikuti arus dan perintahmu sesuai dengan ayunan langkah kaki ini. Tapi, sederhana saja yang kupinta. Tolong selalu bimbing dan ajari aku percaya meyakini bahwa Kau punya rencana yang terbaik. Aku masih membutuhkanmu, dalam hamparan sajadah berbalut kain putih,  plis temani dalam setiap langkahku meraih ridhomu

Amin

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

11 comments

  1. Semua yang terjadi memang sudah diplot sesuai skenario yang telah ditulis olehNya sebelum kita lahir. Karena kita tidak tahu apa yang tertulis maka menjadi kewajiban kita untuk berusaha dan berdoa. Di back up dengan kunci utama yaitu sabar dan syukur.
    Suudzon, protes, dan menjadikan Tuhan sebagai tersangka sangat tidak dianjurkan.
    Salam sayang dari Jombang.

  2. semoga semua baik-baik aja ya teh

  3. kalo masalah berat itu udah terlewati lamaaa, kemudian kita semacam flashback & introspeksi…mesti ya teh mbathin “Kok bisa ya kita melewatinya kemarin.”

    Jangan pernah anggap remeh kekuatan doa, itu sih pegangan saya kalo pas lagi dirundung masalah. QS 2:216

    ^^

    • hahahahahaa…iya beneer .ko bisaa ya masalah dilewati..
      ternyata setiap masalah yang dilewati membuat kita naik kelas yaa dan semakin kuaaaat

  4. Semua yang terjadi memang sudah digariskan. Semoga Mba bisa tetap menjalaninya dengan semangat ya.

  5. semangat selaluuuu teteh sayang. Skenario-Nya adalah yang paling indah 🙂

  6. Saat kau meminta bahu yanng kuat , jangan lupa untuk tetap membuka tangan, entah itu sedikit menengadah terarah keatas atau terbuka sejajar bahu, karna terkadang saat pundak yang basah itu mengering, ada pelukan nyaman dengan deraian kasih sesama.. yang ikut merasakannya kawan….

  7. ngebaca surat kayak gini, kok jadi ingin “someone” yang aku tinggal karena ngerantau yah 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *