Home / Blogging / Surat Kecil UntukMu

Surat Kecil UntukMu

Surat Kecil UntukMu

Halo, apa kabarmu di sana?
Hey, moga di tengah kesibukanmu dengan berbagai urusan yang pelik masih bisa mendengarkan. Mohon Izin kali ini ingin duduk, bersandar manja sesaat pada bahumu. Entahlah hanya kekuatan terbesar yang kudapat darimu  bertahan menjalani hidup, entah itu godaaan, cobaan, ujian yang datang, pastinya membuatku naik kelas.

Melalui metamorfosa kehidupan, sedari kecil, remaja, dewasa dan kini makin dewasa, hidup ternyata tak membuat lebih mudah ya. Sampai detik ini pun, masih belum mengerti apa kehendakNya yang terbaik buatku.
Mau menjadi apa, dan kemana arah membawa hidup dan kelak masihkah berjodoh dengan pasangan sampe surga nanti. Namun  yakin akan satu hal, selalu menemani dalam setiap langkahku, aku tahu Kamu ada. Kamu pun tahu mengurusiku aja terkadang mengesalkan sekali, terutama dengan kerasnya hati ini. Tapi, selalu ada dan hadir ketika dibutuhkan diujung sepertiga malam.

Tak mudah untuk bisa berbagi cerita, tak banyak meminta. Apa yang seharusnya dimiliki, menyadari adalah hanya ilusi. Tatkala merasa sendiri di tengah keramaian, ketika sepi menyelimuti hanya berteman dengan kesunyian.  Ada kalanya dimana teman terbaik, sahabat dan keluarga sendiri menjauhi meninggalkan dan mengkhianati. Bahkan orang yang paling dekat pun mengecewakan teramat dalam. Terima kasih, kamu selalu ada dengan janji yang pasti dan tepat hadir saat dibutuhkan. Tetep dengan kemurahan hatiNya dan kesabaran menemani kegundahanku, sampai memilih untuk tidak pergi dari sisiku.

Terkadang..
Intropeksi diri, melihat apa yang telah dijalani dalam hidup ini penuh intrik romantika kehidupan. Membuatku tertawa geli, pencapaian yang di raih tak semudah yang dibayangkan, tapi ko bisa yaa aku melewatinya. Rasa-rasanya  hidup ini semacam sinetron yang didalamnya memerankan sebuah adegan dengan tokoh tertentu dan berakhir dalam tiap episode.

Mengikuti peranNya kini membiarkanku menjajal banyak hal, menceburkanku ke dunia yang tak kupahami sebelumnya ternyata memang nikmat kurasakan. Memasukanku ke dalam berbagai kegiatan agar aku makin tangguh dan belajar bagaimana cara bersikap dengan banyak orang. Bahkan yang baru ku kenal sekalipun. Bukankah makin banyak menjalin pertemanan adalah memperpanjang silaturahmi. Its ok, makin nyaman!

Berfikir bertanya pada diri sendiri…
Bukan hanya sekali saja ku bertanya. Sebenernya Kau punya rencana apa untukku? Sementara kini, hanya tergeletak diam membisu, tanpa arah dan keinginan yang pasti. Kenapa membiarkanku mempertahankan rasa yang ada. Apakah masih menguji dan meragukan kesetiaan ini? Sebuah kesetiaan aku pegang hanya untuk orang yang benar dan layak singgah di hati.

Masih bertanya…
Kenapa? Mengapa? Ada apa lagi kini ? Dengan apa lagi kau uji aku? Tak terbesit dalam hati untuk menolak semua rencana indahMu. Karena ku yakin ini jalanku dan akan kunikmati setiap langkah langkahnya, suka, duka bahkan air mata serta mempertaruhkan diri sendiri, nama baik untuk tetap menjaga apa yang diamanahkannya.

Ah…
Tapi tetap memelas dengan segala kerendahan hati. Meminta pertolongan buat aku selalu percaya bahwa kamu selalu punya rencana.
Kan kuserahkan urusan selanjutnya tentang masa depan, kecemasan dan kekhawatiran ini. Sampai  sosok yang kelak bisa diajak berbagi beban. Percaya bahuMu kuat, Aku yakin kamu tak keberatan kan? Sudah cukup bagiku sesungguhnya hanya Bahumu yang selalu setia memberikan sandaran dan mendengarkan cerita romantika kehidupan.

Entahlah kini, lebih  membawaku kearah  merenungi, jalan-jalan ke dalam diri. Akan kubungkam mulut, kusimpan kelu kesah, menjaga kata-kata yang tak pantas lalu mengikuti jalurnya saja. Kali ini aku ingin belajar lebih mendekatkan lagi dengan  pasrah dan ikhlas. Menjadi hamba yang berserah dan lebih percaya lagi jika semua yang dialami adalah campur tanganNya. Semua ini menjadi hakmu, bagaimana membentukku dengan caraMu.

Saat ini…
Tak tahu sedang Kau bawa kemana arah yang akan di tuju. Hanya bisa mengikuti arus dan perintahmu sesuai dengan ayunan langkah kaki ini. Tapi, sederhana saja yang kupinta. Tolong selalu bimbing dan ajari aku percaya meyakini bahwa Kau punya rencana yang terbaik. Aku masih membutuhkanmu, dalam hamparan selembar kain merah dan berbalut kain putih,  plis temani dalam setiap langkahku meraih ridhoMu. Apa pun rencanaMu kini, pasti yang terbaik untukku.

Terima kasih telah membukakan mata hatiku Wahai Sang Maha Baik. Sisa perjalanan hidup semoga terisi dengan kebaikan dan kesetiaanku padamu. Hanya ingin menikmati kini, saat ini, berdamai dengan diri sendiri saja.

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

26 comments

  1. Iya teh jadah muhasabah dan refleksi diri,,, penting banget buat kita,,, ahh kalau begitu setiap hari pasti bikin nangis,,, nuhun teh sudah diingatkan huhuhu jadi rembai bacanya

  2. setuju sekali.. aku suka bertanya dlm hati apa, kenapa, kok gini kok gitu, memang sering bgt dipertanyakan diri ya mbak, rasanya ingin protes, tapi kesabaran dan tawakal padaNya akhirnya yg bikin jiwa tenang

  3. Sama teh, aku juga sering bertanya pada Nya rencana terbaik apa yang sedang dirancang untuk hidupku, yang penting kita selalu berharap dan berfikir positif ya teh nchie..

  4. Tulisanmu menohok sekali Teh. Sering banget aku dan suami khususnya menebak-nebak sebenarnya apa rencana Yang Di Atas sampai kami diberi step-step kehidupan yang sulit atau sampai mana kami harus mengayuhkan doa untuk sampai ke tujuan. Tapi ya itu, sekali lagi kita kan cuma manusia yang akhirnya hanya bisa berdoa dan berusaha saja. Selanjutnya hasilnya bukan kita yang menentukan.

  5. Aku juga suka berkeluh kesah sama Tuhan. Kata temenku yg lebih paham agama emang sdh sepatutnya kalau mengeluh cuma ke Tuhan, kalau minta apa2 ya ke Tuhan, justru sombong kalau enggak minta apa2 kepadanya.
    Jd Dia emang t”teman curhat” terbaik hehe

  6. Tulisannya reminder untuk semua orang 😍

  7. Ikut berkaca membaca tulisan ini, usia tak tahu sampai mana, perlu banget intropeksi diri

  8. Nuhun teh sudah diingatkan..pas banget momentumnyaa

  9. Suka tulisannya, tiap kejadian itu selalu terbaik untuk kita ya teh, kalau itu menyakitkan pasti itu pertanda kita harus introspeksi diri, pasti ada salah dalam langkah kita, ada ego kita yang kadang terlalu dominan… Saat ada banyak hal yang menyenangkan menimpa kita, itu tanda kita harus banyak mensyukurinya… Ah Dia memang Maha Baik, selalu menginginkan yang terbaik untuk kita… 🙂

  10. Kalo dah cerita ke Dia, rasanya hati lebih plong dan belajar lebih ikhlas ya, Teh :’)

  11. Mkasih udah diingetin teteh. Serung lupa jika ternyata Allah lbh tahu apa yg terbaik untukku

  12. Halo Jeng Hani…apa khabar? Terima kasih, postingan perenungan diri yg hangat. Salam tuk Olive

  13. peluuuuuk teteh sayaaang..selalu yakin Allah SWT punya rencana terbaik untuk kita semuaaa. Maaf lahir batin ya teeeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *