Home / Blogging / Tradisi Angpao Lebaran dan Manfaatnya Buat Anak-Anak
Angpao Lebaran | One day one post | indonesian social blogpreuneur

Tradisi Angpao Lebaran dan Manfaatnya Buat Anak-Anak

Tradisi Angpao Lebaran dan Manfaatnya Buat Anak-Anak. Ngobrol cantik dengan anak  abege menjelang lebaran, bercerita kalo dulu sewaktu kaka kecil tiap lebaran mendadak kaya alias banyak uang menurut versinya. Lambat laun, makin ke sini makin besar jangan berharap mendapatkan uang angpao lagi ya, itulah wejangan yang setiap saat diingatkan, meski sebenernya pasti selalu dapat aja . Begitu pun lebaran kali ini, mengingatkan kembali, biasanya anak smp tuh ga pernah dapat angpao. Tapi, namanya rezeki kita ga tau kan ya, alhamdulillah kemaren dapat dari hasil campaign brand susu di instagramnya (eksploitasi anak), dan ga diduga malam menjelang takbiran, ada tetangga datang ke rumah menyodorkan sejumlah lembaran merah dalam amplop, katanya Olive menang arisan. Alhamdulilaah, punya bekal lebaran niy kaka, jangan lupa berbagi sama adek sepupunya ya.

Tetep aja meski sudah besar masalah uang tuh sensi, dihitung setiap saat takut sama emaknya di pake beli bensin ya ka, hahaha. Belum lagi di hari H yang ngasih ada aja, tetangga, om, tantenya bikin ngiler. Momen lebaran memang fenomenal ya, sampai saat ini pun masih di bulan syawal, masih berasa silaturahminya, tradisi berbagi uang angpao pun masih saja dilaksanakan oleh sebagian orang.

Angpau Lebaran | One day one post | indonesian social blogpreuneur

Tuh senengnya yang dapet angpao Lebaran

Buat apa memberi angpao Lebaran pada anak?

Entahlah dari mana datangnya, seingatku waktu kecil tiba-tiba kalo lebaran mendadak banyak uang aja. Mungkin ini kebiasaan yang turun temurun memberi uang saku di hari Lebaran  pada anak-anak telah mendarah daging pada sebagian masyarakat di Indonesia. Begitu pun tak ada aturan mengenai jumlah nominal standarnya yang penting ikhlas. Kalo dipikir-pikir sih buat apa ya memberikan uang angpao Lebaran pada anak, padahal setiap hari pun mereka sering mendapatkannya. Lagi-lagi itulah suka cita berbagi di hari Lebaran yang seharusnya membahagiakan semua orang termasuk anak-anak, jadi kenapa tidak bagi  mereka yang mampu  memberikan sedikit uang tentunya bakalan membuat anak-anak tersenyum lebar, sumringah  dan bahagia termasuk emak-emaknya.

Namanya juga anak-anak rasanya sulit untuk memahami nilai uang, tapi  buat anak sendiri aku selalu menjelaskan mengapa mereka berbagi angpao, lalu buat apa uang angpaonya Akhirnya emaknya kultum sejenak, cara mengajarkan nilai dan manfaat uang angpao pada anak abegenya:

  • Menjelaskan tentang cara mendapatkan uang itu sendiri, ternyata ga mudah mendapatkan uang, perlu pengorbanan waktu, dan memahami kenapa orang tua bekerja, ya untuk mendapatkan sesuatu yang namanya “uang”
  • Mengajarinya untuk selalu menabung dari uang angpao tersebut, ya setidaknya sedikit masuk celengan buat keperluan urgent  di waktu yang lain, terutama kalo Mamanya lagi bokek kan bisa minjem.
  • Menanyakan pada anak uang angpaonya mau dipake apa, biasa sih membeli barang-barang impiannya yang dibutuhkan dan rasanya terharu ketika si anak bilang “nanti Mama di traktir sama Olive ya!” atau ” Mama mau ngopi di mana, nanti Olive yang bayarin.” Langsung meleleh hati ini..

Alhamdulillah sejauh ini paham banget tentang nilai uang tersebut, sebisa mungkin tidak menghamburkannya terkecuali memang membutuhkan sesuatu.

Lalu mengapa kita harus berbagi angpao ketika lebaran ?

Yang jelas pada umunya adalah  berbagi kebahagiaan, momen hari raya adalah hari kemenangan  tentunya semua umat muslim merasa bahagia. Buat sebagian anak-anak kecil yang belum memahami makna lebaran sesungguhnya, akan merasa bahagia ketika mendapatkan uang dalam amplop. Selain itu, mengajarkan untuk bersilaturahmi mengunjungi  kerabat, biasanya makin banyak berkunjung makin banyak angpaonya (pengalaman pribadi) dan satu hal dengan mendapatkan angpao mengajarkan anak-anak mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih.

Buatku pribadi,  “sebenarnya bagi-bagi angpau Lebaran ini bukanlah sebuah kewajiban, tak ada yang mengharuskan untuk melakukannya. Kalau punya uang lebih silakan dilakukan, tapi kalau tidak punya uang, ya ga perlu memaksakan diri untuk memberi ataupun memberi jumlah yang besar”

Bagaimana denganmu Manteman?

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

19 comments

  1. Wah taun ini ga bagi2 angpau Mak … lagi panen anak2 masuk sekolah hehe….

  2. Jadi inget dibelikan roti favorit sama si sulung dengan uang angpaunya. Waktu itu,saya menunda beli rotinya karena ngga bawa dompet. Si sulung tanya,”Ibu mau roti ini? Ini Lintang belikan.”
    Terharu banget 😊

  3. Walaupun saya non-muslim, saya juga paling seneng kalau Hari Raya Lebaran tiba. Momen bagi-bagi THR dari sodara-sodara muslim selalu saya ingat. Bagi anak kecil, momen Lebaran memang momen yang ditunggu-tunggu.

  4. Pentiiing! Biar dua bulan ga minta uang jajan hehehhe

  5. Di kampung ku ada tradisi’ujung’ anak2 berkunjung ke para tetangga. Nah, biasanya dikasih amplop. Kalo yg kecil2 ngasihnya 5000 an yg gedean 10-20 RB. Diniatin banget buat ujung ini. Soalnya kata suami cuman setahun sekali.

  6. Melihat anak-anak berasa kayak mendadak tiap lebaran yaa ikut seneng juga sih. Yang paling penting adalah semua angpao masuk tabungan anak-anak.

    Tapi aku masih beri kelonggaran kok. Boleh jajan pake uang angpao tapi ga banyak. Beri anggaran sekian untuk beli buku/novel. (Anakky suka baca sih, teh.) Sisanya yaa ditabung.

    Olive mah so sweet yaa mau traktirin mamanya.
    Eh, teh. Bagi bedaknya doooong …
    *tetep silau lihat wajah kinclong teh Nchie*

  7. Hihii…koq sama nih ma Cucu bunda yang selalu bolak balik buka dompetnya yang gendut, menghitung lduitnya lagi, lagi, and lagi. Uang emisi baru dicium-cium. Kalo ada yang kurang karena uang baru kan suka saling nempel, gitu. Nah, Emaknya ditanya, begini: “Mama ya, yang palke uangku?” Tapi lucu juga sih, ya, walau pun udah umur 12 tahun tapi masih polos aja soal duit. Ketika itu dia peduli, tapi ketika giliran ngejajanin si Mbak and anaknya si Mbak, waaah, antusias banget, karena pake uang sendiri. Cerita angpau.

  8. Di keluargaku gak ada tradisi angpao. jadilah pendapatan angpau anakku tak terlalu banyak. Wkwkwk. DAn tahun ini mereka tahu betul cara mengamankan penghasilannya dari tangan emaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *