Home / Tips / Kebahagiaan Itu Tanggung Jawab Diri Sendiri
Nchie Hanie | DewaSeo | Lineation Centre |Emak2 Blogger

Kebahagiaan Itu Tanggung Jawab Diri Sendiri

Kebahagiaan Itu Tanggung Jawab Diri Sendiri. Pernah ga dalam hidup ini bersandar kebahagiaan kepada orang lain. Berharap setiap jiwa membahagiakan kita, baik itu orang tua, teman, pasangan, sahabat atau rekan kerja. Seiring dengan berjalannya waktu dan juga bertambahnya pengalaman, menyadari  betapa berharap dan menggantungkan kebahagiaan pada orang lain sungguh hanya bikin kecewa saja.

Merasakan kecewa karena hadirku tanpa  orang tua yang  lengkap bagaimana tidak  miris dimana seingatku tak pernah merasakan kasih sayang  ayahku sendiri. Sesungguhnya yang Maha Adil memberi ku sosok Bapak sambung yang begitu baik. Menginjak remaja, mengenal cinta monyet ku bersandar pada seseorang yang selalu membuatku bahagia sepanjang hari. Bukan waktu yang sedikit mengenalnya, tak pernah merasakan kecewa karena dengannya yang selalu buat hari-hari ceria.

Mengapa kebahagiaan ini tak berujung pada sebuah ikatan yang lebih. Lagi-lagi kebahagian di kubur dalam-dalam, dan aku kecewa. Ternyata mencintai seseorang sepenuh hati itu kurang baik. Mulai dari sini aku belajar untuk memberikan ruang hatiku untuk  hal-hal yang mengecewakan.

Lalu bertemu dengan pilihan sendiri soal pasangan hidup yang  berjanji dihadapanNya. Menyandarkan hidup dengannya sehidup semati, suka dan duka bersama, hal yang sangat wajar pada sebuah ikatan yang menuju mahligai rumah tangga, meski cobaan dan godaan menerpa bak angin kencang dan tsunami. Sungguh pengalaman hidup adalah guru yang paling berharga.

Kembali saat kebahagiaan disandarkan padanya untuk bersama  membenahi  kehidupan dan dibalas dengan sebuah pengkhianatan, jangan tanya rasanya bagaimana yang jelas membuatku terdiam namun berperang dengan diriku sendiri. Ketika berharap lebih, melakukan hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi diri,  kembali  kecewa dan marah. Semakin ngambek dan kesal, semakin membenci diri sendiri. Hubungan jadinya penuh dengan pengharapan dan tuntutan. Pernah merasakan hal yang sama?

Entahlah hati ini bukan terbuat dari baja, lambat laut rasanya rapuh dan berserakan seperti puzzel. Butuh waktu dan proses untuk mengembalikannya  agar utuh kembali. Ya, banyak belajar pada sebuah buku, mbah google tentang menerima rasa sakit dan  berdamai dengan diri sendiri. Delapan tahun lalu mulai mengenalnya dan lebih banyak berinteraksi dengan diri sendiri, belajar terus untuk memahami apa hikmah dari sebuah kejadian yang akan membuat diri katanya naik kelas.

Asam garam kehidupan tak hanya seputar keluarga, namun relationship dengan sahabat dan rekan kerja yang terkadang tergores rasa kecewa, emosi, marah. Mempunyai sahabat yang suka dan duka  bersama, namun ketika selalu menusuk dari belakang, ya sudahlah, mungkin ekspetasiku terlalu tinggi terhadapnya yang bisa membahagiakanku terus.

Begitu pun dengan dunia kerja, mendapatkan hal yang setimpal berupa upah besar kecil adalah relatif. Masanya jenuh, menghadapi hal yang selalu terulang dengan hal yang sama  membuat malas untuk berkembang, salah satunya harus keluar dari zona nyaman adalah pilihan. Jangan tanya dikecewakan sesama rekan kerja, sudah hal yang biasa. Yang jelas ku memilih untuk selalu happy dan menghindari  negative people.

Nchie Hanie | DewaSeo | Lineation Centre |Emak2 Blogger

Seperti orang bijak berkata bahwa kita tidak bisa mengontrol keadaan di luar diri kita, namun kita adalah pemegang kendali penuh atas diri kita. So segala emosi, pikiran, keputusan, tindakan yang dilakukan adalah sepenuhnya tanggung jawab diri kita sendiri, bukan orang lain.

Hal ini mudah banget dimengerti sebagai teori, tapi prakteknya itu loh yang  tidak selalu gampang. Bahkan kenyataannya sangat sangat berat awalnya. Ketika merasa tersakiti, sebenarnya memilih untuk tetap tenang dari pada da marah-marah dan menyakiti sekitar. Huhu,  butuh waktu dan proses yang panjang untuk bisa memilih dengan sadar apa yang akan lakukan selanjutnya. Dan hanya dengan kesadaranlah,  bisa mulai terbiasa untuk lebih bertanggung jawab atas diri sendiri.

“Kebahagiaan itu sangat  sederhana, yang membuat rumit adalah nafsu dunia”

Ya, begitulah pepatah  indah yang membuat kita sering merasa tertabok karena terlalu rumit memikirkan sebuah kebahagiaan. Tidak bisa dipungkiri, sesederhana apapun bentuknya, bahagia adalah kebutuhan terbesar agar manusia dapat bertahan di dalam hidup yang terus memberinya tantangan.

Tanpa bahagia, hidup manusia seolah-olah tidak pernah bisa melangkah meninggalkan masa lalu dan maju ke arah yang lebih baik. Kalau kata anak jaman now mah move on.

Lalu bagaimana untuk menjalani kehidupan diri sendiri agar lebih bahagia, begini loh caraku:

  1. Berdamai dengan diri sendiri, harus belajar untuk mendengarkan, memahami, merasakan, dan menghargai diri sendiri. Menyadari kalau kecewa itu bagian dari hidup, dengan memaafkan akan membuat langkah kita menjadi ringan.
  2.  Hiduplah saat ini, di sini-kini. Terkadang kecewa  dan marah karena masa lalu dan khawatir akan masa depan, terlalu fokus pada emosi. Coba rasakan ketika emosi-emosi itu muncul dalam pikiran, ngobrol dengan diri. Apa yang saya butuhkan? Apa yang membuat saya marah? Apa ya yang sebenernya saya butuhkan. Dengan begitu kita bisa menjadi lebih tenang dan semakin memahami diri sendiri dan semakin mengerti hal-hal apa saja yang bisa kita kendalikan agar kita merasa bahagia.
  3. Menjadi jujur pada diri sendiri. Memang paling sulit, pernah ga mengalami  marah atau kecewa dengan siapapun, dari pada menyampaikan perasaan yang sebenernya ,seringnya memilih untuk  bilang “aku ga papa”, ye kan? Mulai belajar terus minimal tidak membohongi perasaan diri sendiri, begitupun ketika stress melanda, ” Iya, aku lagi stress loh”
  4. Tahu apa yang kita inginkan. Siapa lagi kalau bukan kita yang mengetahui dan menyadari apa yang inginkan. Terbukalah dan jujur pada diri sendiri, dengan begitu akan lebih memahami bagaimana caranya untuk menyikapi situasi yang ada sehingga kamu bisa fokus pada apa yang membuatmu bahagia
  5. Memegang erat komitmen untuk terus berkembang. Agak sulit dijalani, namun seiring dengan proses berkomitmen untuk bisa terus bertumbuh, berjanji kepada diri sendiri bahwa akan terus berupaya dan mengembangkan diri. Meskipun perlu adanya perubahan dengan keluar dari comfort zone, why not?

Begitulah pelajaran hidupku sampai saat ini yang kudapat dari orang terdekat dan sekitar. Fokus kepada hal-hal yang ada di dalam kendali kita sebagai manusia, contohnya pemikiran, reaksi kita, tujuan kita, dan segala sesuatu yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Lantas, hal apa saja yang tidak ada di dalam kendali kita? Misalnya tindakan orang lain, perasaan dan pemikiran orang lain, opini orang lain terhadap diri, semuanya “interesting point of view” 

Dengan begitu, aku menjadi lebih baik dan lebih bisa mengendalikan diri. Selamat berproses menjalani hidup. Sekali lagi, yang pada akhirnya, kebahagiaan adalah pilihan dan tanggung jawab kita masing-masing. Mengharapkan orang lain untuk membahagiakan kita adalah tindakan yang bodoh, bagaikan mengisi air ke lubang tanpa ujung, ga  akan pernah puas.

Karena setiap orang unik dan berproses dengan caranya masing-masing, sehingga mustahil untuk meminta orang bisa tunduk dan ikut 100% kemauan kita. Yang bisa kita lakukan adalah menerima orang lain dan diri sendiri apa adanya, dan memberikan diri sendiri apa yang kita butuhkan.

Give yourself what you need. Hanya diri  yang benar-benar paham dirimu sendiri kan, maka berikanlah dirimu apa yang kamu mau, bukan dengan meminta pada orang lain. Tentu saja definisi bahagia tiap orang berbeda-beda. Tapi, ada baiknya mulai dari sekarang belajar menciptakan dan merasakan kebahagiaan yang bersumber dari diri sendiri.

Yes, memilih hidup untuk berubah menjadi lebih baik dengan menerapkan “Bahagia itu sesungguhnya datang dari diri sendiri, bukan dari apa atau siapa. Bahagia ya bahagia saja, tidak perlu menunggu hal lain, apalagi orang lain”

 

Nchie Hanie | DewaSeo | Lineation Centre |Emak2 Blogger | Bandung Hijab Blogger

Tulisan ini  kolaborasi  dengan Bandung Hijab Blogger

Dan satu lagi, tidak lupa bersyukur. Bila ada seorang yang sangat menentukan kebahagiaanmu, itu adalah ANDA sendiri. Mulailah dari dalam diri sendiri, dari pikiran dan hatimu, dan mulai saat ini juga. YUK!

About nchiehanie

Namaku Nchie Hanie, Aku adalah Simple Mom, Anggota Komunitas Blogger Bandung, Relawan TIK dan masih aktif sebagai Public Relationship di CV. DEWA SEO

89 comments

  1. Nuhun remindernya teh… Bahagia itu pilihan ya, cuma kita yang berhak menentukan… Sedih atau kecewa sama orang boleh, tapi bukan berarti kita enggak bisa bahagia…

  2. Terima kasih buat tips bahagianya teh. Kita bisa milih sebenernya mau hidup bahagia atau nggak. Karena bahagia mah kita yang menciptakan sendiri, bukan orang lain. Eh.. ini kayak percakapan di film apa gitu ya. Hihi.

  3. Yang poin kedua “hiduplah di saat ini” heuheuheu jujur kadang suka berandai2 ah andai bisa balik ke beberapa tahun lalu, dll. Ini keknya aku blm bisa move on dan maafin diri sendiri ya mbak? Tapi biasanya pas kondisi lg drop, capek, keinget gtu, wkwkwk labil.
    Tapi ya bener jg kita gak akan jd sedih kalau diri kita pribadi enggak mengizinkan ya mbak 😀

  4. aih makk maknyess adem bener tulisannya. iyah bener, aku dulu tergantung orang lain kalo menyangkut urusan pengen bahagia. skr alhamdulillah udah bebas lepas tanpa beban n fokus pada kebahagiaan diri sendiri 🙂

  5. “Bahagia itu sesungguhnya datang dari diri sendiri, bukan dari apa atau siapa. Bahagia ya bahagia saja, tidak perlu menunggu hal lain, apalagi orang lain”

    Sepakaaattt banget Teh.
    Memang bahagia itu kita yg mengusahakan yaaaa

  6. Kelima pointnya bikin aku auto nyadar bahagia itu gak nunggu diberi dari siapapun. Bahagia itu dibentuk dan diciptain diri kita sendiri. Semuanya pilihan kita. Thanks teh nchie… aku sukka bacanya. Membuatku makin berfikir positif dan semangat.

  7. Benar sekali teteh cantik, bahagia itu bisa banget didatangkan dari diri sendiri. Jika orang lain berperilaku yang membahagiakan kita, itu adalah bonus kehidupan yang harus disyukuri. Yuugghh piknik biar enggak lupa bahagia. 😉

  8. Yes, you are happy or not because OF YOU DECIDE TO HAPPY OR NOT
    aku selama ini seringnya “berdamai” dengan gambar – dan nyantai .. tadinya aku orang yang perfeksionis dan agak workaholic

    setelah kecewa kecewa dan kecewa, kuputuskan untuk menikmati hidupku sajalah, berteman dengan suami – anak anak – bahkan mencoba “berteman” dengan musuh .. jiaaa..ciyus ini!

    Caranya?
    Caranya dengan meninggikan mereka, inhale exhale sebelum ketemu – siap dicuekin siap jadi tong sampah di sudut… but before it happened, the most important thing is aku udah melempar senyuman dan sapaan termaniiisssss… ternyata sesudah itu kulakukan, aku lega… kayak sedekah uang sekarung rasanya hahahhaa

    Bagaimana dengan wajah masam mereka?
    Itu karena MEREKA SENDIRI MEMUTUSKAN BERMUKA MASAM, maybe because beban hidup mereka jauh lebih berat dari hidupku. And u know what, i don’t care. Berjalannya waktu membuktikan, bahwa mereka emang punya masalah sendiri – so aku ini hanya imbas saja, so youre right, bahagia itu is ur own decission and it is your own responsibility

  9. Setuju. Membahagiakan diri sendiri memang perlu banget. Malah harus. Makanya saya tidak pernah menganggap itu sebagai bentuk keegoisan. Orang lain mungkin saja bisa membahagiakan kita. Tetapi tetap kitanya juga harus bertanggung jawab dengan kebahagiaan sendiri

  10. Tulisan yg mengena banget. Langsung menampol hatiku ini. Iyaz karena aku juga pernah merasakannya. Bersandar pada seseorang, berharap dia akan membawaku dalam kebahagiaan, nyatanya dia malah menggoreskan luka dan membuatku sakit dan kecewa. Butuh waktu untuk mengobatinya kala itu.

    Dan kini mulai belajar untuk mencintai diri sendiri dan bahagia. Karena bahagia itu sejatinya dari kita sendiri. Ya, setuju banget, bukan karena apa atau siapa. Bahagia ya bahagia.

    Semoga kita selalu menjadi orang yang jujur pada diri sendiri. Sungguh, ini masih berat bagiku.

  11. Ihhh suka banget tulisannya apalagi part “bahagia ya bahagia saja, tidak perlu menunggu hal lain, apalagi orang lain” setuju pisan teh

  12. bahagia punya versi yang berbeda pada setiap orang ya. jadi nggak perlu pake sendal orang lain. cukup bahagia dengan cara kita sendiri

  13. Berdamai dengan diri sendiri menurutku adalah yang paling susah Teh, soalnya kayak perang batin sama diriku sendiri. Sampai sekarang aku masih terus mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri agar hidup lebih bahagia Teh. Terima kasih atas tips-tipsnya, kayak diingetin lagi agar selalu bahagia.

  14. Nah, aku suka nih dengan kata-katanya “kebahagiaan itu tanggung jawab diri sendiri” karena bahagia itu kita yang menciptakan, kalau mau ngikutin nafsu dunia mah bisa gak bahagia. Karena pasti merasa gak puas, lihat si A bisa begitu dan B juga bisa tapi kita stuck dengan mikirin hidup orang lain.

  15. Iya mbak, aku setuju nih dengan point-point nya, berdamai dengan masa lalu…memang sulit banget kadang masa lalu tanpa kita sadari masih tersimpan rapi di otak dan sampai sekarang aku masih suka mimpi tentang masa lalu, kalau kata suamiku, aku masih belum bisa berdamai…sekarang aku sudah berusaha sedikit demi sedikit melupakan trauma masa lalu dan menjadi diri sendiri, karena bahagia atau tidak memang kita yang tentuin ya mbak.

  16. Masya Allah, auto ngesave tulisannya Teh, jadi reminder banget, bahagia harus diciptakan jangan dinantikan..terima kasih, aku nangiis..bahagia dan sehat selalu, Teeh

  17. jangan lupa bersyukur dan ingat kalau kita sangat beruntung! Seringkali memang berdamai dnegan diri sendiri yang susah ya teh..dan terlalu keras dengan diri sendiri jugaaa

  18. Seteju..Teh, dalem banget ini..jleb bener inget diri jadinya. Give yourself what you need! Bahagia itu datang dari diri sendiri, bukan dari apa atau siapa. Bahagia ya bahagia saja, tidak perlu menunggu hal lain, apalagi orang lain. Betuuul!

  19. Saya sangat setuju dengan pemikiran mbak Nchie. Bahagia itu sederhana, dan kalau saya bilang bahagia itu pilihan. Kita yang memilih mau bahagia atau tidak. Thanks for your sharing mbak

  20. Betul teh, kita sendiri yang punya kendali akan kebahagiaan

  21. Betul banget teh…kita yg nentukan bahagia, jgn banyak pikiran macam2, tong loba kahayang nu teu kahontal , bersyukur …insyaallah bahagia hehe

  22. hidup saat ini, penting banget ini. Bersyukur dengan yang dimiliki hari ini dan menikmati setiap momen hidup supaya ga khawatir mulu. Makasih tipsnya Teh Nchie

  23. Terkadang bikin bahagia diri sendiri itu gampang dan mudah cuma kita mikir terlalu yang keras dan harus travelling ke tempat yang mewah.

    Santai saja bertanya diri sendiri karena hati kecil kita tidak pernah berbohong.

    • Setuju Teh, segala emosi, pikiran, keputusan, tindakan yang dilakukan adalah sepenuhnya tanggung jawab diri kita sendiri, bukan orang lain.
      Baca dari awal sampai akhir merasa diingatkan untuk terus bersyukur dan berdamai dengan diri sendiri. Nuhun Teh …

  24. Setuju dengan catatan bahagia buat diri sendiri. Kita tuh memang kudu bahagiain diri sendiri dulu, berdamai dan jangan lupa bersyukur

  25. Huhuhu…. berasa ditampar deh sama tulisannya. Aku sering banget gak bisa diri sendiri yang sekarang. Aku kadang berharap begini begitu. Andai ini andai itu. Walopun mungkin terlihat baik-baik saja, kadang hati merasa gak bahagia. Ihiks… kudu belajar banyak untuk bisa berdamai dengan diri sendiri. 🙁

  26. Nchiiiie, setuju bangeeeet!
    Happiness is a state of mind ceunah, jadi emang harus diri sendiri yang menciptakannya!
    Ayok kita ngopi sambil curhat-curhat lagiiiiih!

  27. Setuju banget ama tulisan ini mbak.. Bahagia itu kita yang tentukan, kita yang ciptakan. Bukan orang lain. Jadi jangan pernah menggantungkan apalagi berharap kebahagiaan dari orang lain.

  28. Jadi ingat slogan temanku “Stay awal front negative people” supaya tetap waras katanya haha. Tapi benar Teh, kalau jauh dari orang-orang negatif itu bisa bikin tetap bahagia.

  29. Aku selalu berpikir, orang sebijak teh Nchie, pasti gak lahir dengan instan. Ada masa lalu yang pasti teteh lalui begitu berat sehingga membuat teteh mnjadi berkilau seperti teh Nchie yang aku kenal saat ini.
    Haturnuhun yaa, teh…selalu menginspirasi melalui tulisan.

  30. Thanks for sharing dan mengingatkan kami, teh. Benar yaa, kebahagiaan itu ya tanggung jawab kita sendiri. Kebahagiaan itu kita yang ciptakan. Kalau mikirin komentarnya orang yaa jadinya makin mumet. Hahahah

  31. Setuju banget Mba, kita yang berkuasa atas diri kita, kita pula yang berkuasa atas kebahagiaan atau kesedihan kita. dan tahu apa keinginan kita itu worth it banget buat saya 🙂

  32. Setuju banget sama tulisan Kak Nchie. Kebahagiaan kita adalah tanggung jawab diri kita sendiri, bukan orang-orang terdekat, juga bukan siapa pun. Kitanya mesti pintar ya, Kak untuk membuat diri bahagia supaya hari-hari yang dijalani jadi menyenangkan, dan pastinya bisa jadi lebih produktif.

  33. Sepakat mba untuk menjadikan diri iji bahagia dengan pilihan sendiri. Dan memang juga penting jadikan diri berdamai dengan diri seendiri

  34. Sebuah catatan penting yang harus disebarkan nih. Setuju banget, bahagia itu sederhana terkadng orang bisa lupa saat nafsu dunia menghampiri dan tidak berhasil mencapainya.

  35. Setuju banget teh. Kebahagiaan itu kita yang bertanggung jawab penuh. Tapi kadang kita menyadari nya setelah usia mulai kita beranjak naik hahaha. Soalnya dulu aku belum sadar banget ttg tanggung jawabku terhadap kebahagiaan diri sendiri.

  36. Yup, setuju banget. Bahagia atau nggak itu ditentukan oleh diri sendiri. Dan semuanya dimulai dari pikiran. Kadang seseorang atau satu peristiwa sebenarnya hanya sekali datang dan menyakiiti hati, yang lantas bikin kita sakit hati berkepanjangan justru pikiran kita sendiri. Karena selalu mengingat perbuatan buruk seseorang atau peristiwa buruk yang kita alami.

  37. bukan orang lain pencetus kebahagiaan kita. tapi diri ini sendiri. kalau masalah kerja gaji kecil, asal tempatnya menyenangkan saya rasa bukan masalah. kan katanya kerja itu kegiatan agar gak stress

  38. Makasih renungannya Nchie. Nchie salah satu blogger jadul yg terus bertahan & selalu bersikap positif. Nggak kayak aku gampang baper wkwkwk. Tapi bener banget jangan menyandarkan kebahagiaan pada orang lain. Apalagi di umuran aku nih temannya makin habis, sebagian sibuk dg keluarga, sebagian memang ternyata cuma mau manfaat saja. Ketika aku sudah tidak bernilai ekonomis, ya udah ditinggalin. Insya Allah ikhlas aja aku mah sekarang, sok atuh yg mau dekat. Yg menjauh ya lambaikan tangan aja sambil tersenyum ala miss universe.

    • Ya begitulah Mak, circle pertemanan sampe sekarang pun mulai mengerucut.

      HAhhaaaa, belajaar terus akutu biar ga baper juga nih..
      Pokoee semangat hidup buat kita2 yang usia cantiik , tetep diberi kewarasan yaa..

  39. Setuju banget Teteh cantikkk, bahagia itu kita yang menentukan. Dan aku pun meski pernah mengalami punya teman yang negativ thingking orangnya, bersyukur aku dilatih bapakku menjadi orang yang tidak mudah patah hati. Tetap berbagi senyum meski dia nggak balas, dibaikin aja ntar lama kelamaan bakal lumer.

  40. Iya Teh setuju bahagia mah jangan mengandalkan orang lain…krn kita yg merasakannya. Alhamdulillah banyak peristiwa dalam hidup jd guru utk lebih arif dalam menyikapi semua permasalahan kehidupan..Jd dibalik sesuatu peristiwa pasti ada kebaikan utk kita..

  41. Setuju pisan lah Teh. Bener banget. Yg bisa menentukan bahagia atau tidak ya kita sendiri. Jangan membandingkan dengan orang lain karena setiap individu beda pemikiran.
    Tetap semangat Teh, sehat selalu.

  42. Makasih banyak teh sudah berbagi perjalanan hidup yg amat berharga. Baca tulisan dikau bikin aku merenung dan menengok dalam diri sendiri “Sudahkah menerima diri sendiri?”.

  43. Jadi inget sama salah satu dialog di film NKCTHI. Salah satu pemainnya Kale, bilang jangan pernah menggantungkan kebahagiaan dengan orang lain, bahagialah karena dirimu sendiri. hehehehe

  44. Menginspirasi sekali teteh ku.. Terimaksih sudah Mau berbagi ,,,😇

  45. Kalau dipikir-pikir bener juga ya, Teh. Kebahagiaan itu sederhana, kita sendiri yang bertanggung jawab dan menciptakannya.
    Gak perlu lah ya, melihat keadaan orang lain.

  46. Makasih teh atas tulisannya huhu jadi reminder lagi nih yang kadang kita selalu menyalahkan keadaan kenapa kita ga bahagia padahal bahagia itu kita yang buat ya. Sekarang sih aku lebih banyak bersyukur dan berfikir positif aja biar hidup ga terlalu banyak ngeluh.

  47. Kebetulan masih baca buku Filosofi Teras dan beneran relate sama tulian teh nchie. Thanks for sharing ya teh 🙂

  48. setuju banget.. orang lain emang gak berhak tanggung jawab sm perasaan kita.. jadi kita sendiri yg ngatur sendiri.. ini udah aku terapin dari lama banget hihi suka tulisannya thanks for sharing ya tetehkuww

  49. Berdamai dengan diri sendiri, beneran PR banget. Kadang apa2 nyalahin diri sendiri huhu makasih banyak teh jd reminder buat aku nih hehe

  50. Kayaknya kata-kata “bahagia itu sederhana” ada benenrnya juga ya teh ..bahagia itu emang kita yg ciptakan. Bahkan mungkin saat kita suntuk bisa sekedar mampir ke cafe atau main sama anak, udah bisa bikin mood happy lagi.

  51. Setuju teteh geulis. Give your self what you need. Mau bahagia atau engga, diri inilah yang menentukan. Gak perlu mengandalkan orang lain, suka sekali. Self reminder untuk aku yang sedang menata kembali semuanya dari 0. Bismillah 2020 dan selamanya harus makin bahagia

  52. Bener, Mak. Kebahagiaan itu tanggung jawab diri sendiri. Kan Kita yg ngerasain, ya. Rugi banget kalau gara2 orang lain hidup kita gak bahagia. Hehehe. Semangat terus, Mak Nchie😘😘

  53. STRIKE! Tepat banget menghujam kalbu ini.. Hahahha
    Tapi gimana kalau kita tau dimana kebahagiaan kita, tapi situasi kini ga bisa mengakomodir? Tsah malah curcolll.. Hahaha, maapin maapin 😛

  54. istilah berdamai dengan diri sendiri itu yang berat ya mba 🙂 tapi itu emang, kita sendiri yang milih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Please enter an Access Token on the Instagram Feed plugin Settings page.