PAKI – Bukan Sekadar Persatuan Ahli Kimia Indonesia. Dulu waktu zaman masih sekolah, siapa nih yang suka pusing kalau ketemu jam pelajaran kimia dan harus berhadapan berbagai macam materi, atom atau molekul?
Melihat perkembangan teknologi yang pesat seperti saat ini, awalnya aku gak kepikiran kalau ternyata kimia dan teknologi memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mendukung.
Kimia menyediakan dasar ilmiah untuk banyak teknologi yang kita gunakan, dan teknologi memungkinkan kita untuk menerapkan pengetahuan kimia dalam skala besar dan untuk mengembangkan bahan dan proses baru.
Bayangin dong, obat-obatan mutakhir, bahan bakar ramah lingkungan, material canggih untuk konstruksi, semuanya berakar pada pemahaman mendalam tentang kimia lho. Penasaran kan? Coba intipin di https://paki.or.id/ atau baca dulu sedikit penjelasan di bawah ini.
PAKI – Bukan Sekadar Persatuan Ahli Kimia Indonesia
PAKI adalah kepanjangan dari Persatuan Ahli Kimia Indonesia dan merupakan organisasi profesi yang menyatukan para ahli kimia yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. PAKI bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi para ahli kimia, serta berperan dalam memajukan ilmu kimia di berbagai bidang.
Namun PAKI bukanlah sekadar perkumpulan para ahli kimia. Lebih dari itu, PAKI adalah jembatan yang menghubungkan dunia akademis, industri, dan masyarakat. Bayangkan nih, sebuah jaringan luas yang menghubungkan para peneliti di universitas, insinyur di perusahaan-perusahaan kimia, dan para pengambil kebijakan di pemerintahan. Kan sayang banget kalau para ahli kimia yang kompeten tapi tidak disalurkan sesuai dengan keahliannya.
Jaringan inilah yang menjadi kekuatan utama PAKI. Dengan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, PAKI memiliki jangkauan yang luar biasa, menjangkau dari Sabang sampai Merauke. Hal ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari potensi dan kekuatan kolektif para ahli kimia Indonesia.
Visi dan Misi PAKI untuk Masa Depan Bangsa Indonesia yang Berkelanjutan
Saat ini peran ilmu kimia menjadi semakin penting dalam merumuskan solusi untuk masalah-masalah kritis yang dihadapi oleh umat manusia. Contohnya saja tentang perubahan iklim, polusi, kualitas air dan udara dan masih banyak lagi deh.
Semakin dipikirin jadi semakin nyadar bahwa ternyata hal-hal sederhana yang berkaitan ama lingkungan tuh, saat ini udah mulai membutuhkan bantuan ilmu kimia lho. Seperti mekanisme gas rumah kaca dan dampaknya terhadap perubahan iklim.
Metode analisis kimia juga banyak digunakan untuk mendeteksi dan mengukur konsentrasi polutan di udara, air, tanah, dan organisme hidup. Ilmu kimia bahkan dapat membantu mengembangkan teknologi untuk membersihkan polutan dan mengurangi dampaknya. Tuh kan, tanpa disadari ternyata banyak juga yah peranan ilmu kimia dalam hidup kita.
Di tengah dinamika ini, PAKI memandang masa depan dengan visi yang jelas dan terarah yaitu untuk menjadi pionir dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu kimia untuk menciptakan solusi bagi tantangan global.
Hal tersebut bukan sekadar slogan lho, tapi komitmen nyata yang diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan. Mereka bercita-cita untuk menjadi pemimpin inovasi kimia di tingkat global, mengeksplorasi batas-batas pengetahuan, menerobos hambatan teknologi, dan menciptakan solusi yang berdampak besar bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Ini keren banget dan harus didukung sih!
Bayangkan, kalau sampai tercipta teknologi ramah lingkungan yang dapat mengurangi polusi, energi terbaru yang mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, obat-obatan mutakhir yang menyembuhkan penyakit. Wah, semoga bisa segera terwujud semuanya yah!
Berbagai Kegiatan dan Program PAKI
Demi bisa mewujudkan visi dan misinya dan memberikan manfaat bagi bangsa, PAKI memiliki berbagai program yang rutin diadakan.
- Seminar dan Konfrensi Ilmiah
PAKI rutin mengadakan seminar, konferensi, dan lokakarya ilmiah di bidang kimia. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para ilmuwan, akademisi, dan praktisi kimia untuk berdiskusi mengenai perkembangan terbaru dalam ilmu kimia, teknologi, serta aplikasi kimia di berbagai sektor industri.
- Publikasi dan Jurnal Ilmiah
Untuk memajukan riset dan pengembangan ilmu kimia, PAKI mendukung penerbitan jurnal ilmiah yang berfokus pada topik-topik terkait kimia. Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh PAKI memberikan platform bagi para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka dan berkontribusi pada kemajuan ilmu kimia di Indonesia.
- Advokasi dan Kebijakan Regulasi
Sebagai organisasi profesi, PAKI juga terlibat dalam advokasi kebijakan dan regulasi yang berhubungan dengan ilmu kimia, terutama dalam hal keamanan bahan kimia, standar kualitas produk kimia, dan perlindungan lingkungan. PAKI bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan mendukung pengembangan industri kimia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Menarik banget ketika menyadari bahwa ternyata pelajaran kimia yang dulu tidak aku sukai zaman sekolah, ternyata punya peranan besar dalam kemajuan teknologi yang saat ini kita. Gimana, mau mengetahui lebih lengkap tentang PAKI boleh dicek di websitenya https://paki.or.id/
Btw, masih inget gak dengan Tabel periodik adalah tampilan tabular dari unsur-unsur kimia yang menunjukkan sifat-sifat mereka berdasarkan nomor atomnya? Calling anak IPA (Biologi atau Fisika), punya cerita apa tentang ilmu kimia? Share donk!










Comments (23)
Eni Martini
June 12, 2025 at 9:15 PMAku masih agak asing dengan PAKI, Teh, tapi baca artikel ini jadi sedikit banyak memahaminya. Aku dulu paling jelek nilai kimia wkwkwkw, jadi membayangkan ahli kimia berkumpul, kayaknya luas biasa ya. Seru banget pastinya kalau sudah passionnya ya. Untuk pertanyaan di akhir artikel, maaf ya , teh, aku gak tahu wkwkwkwkw. Aku bukan anak IPA, suamiku yang anak IPA
Dessy Achieriny
June 13, 2025 at 9:04 AMPAKI lebih dari sekadar keahlian kimia di Indonesia ya teh; organisasi ini membentuk komunitas yang dinamis bagi para profesional. Kolaborasi mereka juga memperkuat posisi Indonesia di bidang kimia, mempromosikan inovasi dan pengembangan berkelanjutan.
riawani elyta
June 13, 2025 at 10:22 AMWah saya dulu paling lola pelajaran kimia. Kalo udah disuruh ngitung zat a + zat b pake formula kimia saya asal nembak aja wkwk
Indah Riadiani
June 13, 2025 at 11:35 AMWah, baru tahu aku teh ada organisasi PAKI! Ternyata kontribusinya besar juga dalam kemajuan bidang kimia di Indonesia ya. Salut dengan semangat berbagi ilmu dan pengabdian para ahli kimia Indonesia. Semoga kiprah PAKI semakin dikenal dan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Nuhun tulisannya teh, jadi nambah wawasan baru!
Okti
June 13, 2025 at 12:41 PMPelajaran kimia termasuk yg “ditakuti” banyak siswa ya hihi…
Btw jadi inget guru kimia kekinian, yg ngetop di tt. Sandy. Kayanya dia banyak disuka muridnya. Mungkin gaa ngajarnya mudah diterima atau bagaimana
Seperti nya bener juga kudu banyak “nanya” ke PAKI, secara mereka ka kumpulan ahli nya, rahasia biar belajar kimia tuh jadi primadona
Hahaha…
Myra
June 13, 2025 at 2:49 PMJadi inget zaman sekolah. Dibandingkan pelajaran Fisika, saya lebih suka kimia. Meskipun sama-sama sulit. Tapi, setidaknya gak ngulang melulu kayak Biologi hahaha. Sepertinya memang faktor mengajarnya juga. Coba dulu belajar kimia itu mengasyikkan, ya
Dwi Septia
June 13, 2025 at 3:11 PMWah baru tau banget soal PAKI ini. Jadi ini semacam komunitas tapi kimia gitu ya mba? Menarik bangettt
YSalma
June 13, 2025 at 9:12 PMKalo membaca kata Kimia yang keingat nama unsur dan atom yang membuat bingung kepala.
Yang paling keingat unsur kimia garam dapur NaCl.
Semangat ya teman-teman yang berkutat dengan bidang kimia yang sudah ada wadah untuk semakin solid dalam mempelajari atom atom kimia.
Winda
June 13, 2025 at 9:52 PMWaduh teh, kok mengingatkan saya sama tabel periodik jaman SMA sih, jadi terkenang gimana puyengnya saya waktu itu hahaaa
Nurul Fitri Fatkhani
June 13, 2025 at 10:54 PMWaktu zaman sekolah dulu, saya lebih senang belajar kimia dan biologi dibandingkan fisika. Untung saja PAKI lebih dari sekadar keahlian kimia di Indonesia ya teh; organisasi ini membentuk komunitas yang dinamis bagi para profesional
Uniek Kaswarganti
June 14, 2025 at 7:21 AMAnak IPS nyeraaah baca tabel kimia, Teh heheheee…
Semoga aja dengan adanya PAKI ini, tantangan global yang terkait unsur2 kimia di alam dapat diatasi. Para ahli kimia bisa bersatu untuk menjaga bumi agar tetap layak dihuni hingga generasi2 mendatang.
April Hamsa
June 14, 2025 at 7:23 AMDibanding fisika aku dulu suka lho pelajaran kimia, walau mumet2 haha. Ini bagus ada perkumpulan kek gini, perlu banget diperbanyak orgaisasi2 berbasis keilmuan gini yaa.
Ternyata manfaatnya cukup banyak ya, khususnya terkait advokasi dan regulasi bahan2 kimia supaya gak disalahgunakan dan digunakan dengan lebih bertanggungjawab ya mbak.
Nda
June 14, 2025 at 10:13 AMBagus nih kegiatan dan program PAKI. Semoga kabar baik ini makin menggema dan terdengar oleh para ahli kimia terutama yang tersebar di negeri ini, aamiin
Nda
June 14, 2025 at 10:23 AMBagus nih kegiatan dan program PAKI. Semoga kabar baik ini makin menggema dan terdengar oleh para ahli kimia terutama yang tersebar di negeri ini, aamiin yaa rabbal’alamiin
Agustina Dwi Jayanti
June 14, 2025 at 11:07 AMBaru tahu ada PAKI. Baca artikel ini sedikit lebih tahu hehe. Dulu kalo pelajaran kimia pas bagian mau ditunjuk buat jawab, saya selalu nunduk dan merapal mantra “Semoga bukan aku yang ditunjuk” Kwkwkkwkw
Efi Fitriyyah
June 14, 2025 at 12:47 PMBaru tau ada asosiasinya ahli Kimia. Ka mana wae ih diriku ini. Jadi inget zaman sma aku punya guru kimia yang galaknya minta ampun. Tapi sama beliau nilai raportku aman dan pas-pasan. Giliran dikasih guru kimia yang baik eh langganan merah wkwkwk. Padahal seru kimia itu kalau dah praktik. Tapi pas urusan sama rumus aku jadi lola🤣. Coba kalau dulu zaman ku sma pelajaran kimianya lebih banyak aplikasi praktek mungkin aku seneng dan semangat ya
Efi Fitriyyah
June 14, 2025 at 12:48 PMBaru tau ada asosiasinya ahli Kimia. Ka mana wae ih diriku ini. wkwkwk. Jadi inget zaman sma aku punya guru kimia yang galaknya minta ampun. Tapi sama beliau nilai raportku aman dan pas-pasan. Giliran dikasih guru kimia yang baik eh langganan merah wkwkwk. Padahal seru kimia itu kalau dah praktik. Tapi pas urusan sama rumus aku jadi lola🤣. Coba kalau dulu zaman ku sma pelajaran kimianya lebih banyak aplikasi praktek mungkin aku seneng dan semangat ya
Yuniari Nukti
June 14, 2025 at 2:00 PMAhli Kimia ada asosiasinya juga baru tau wkwk.. itu kalau mereka sedang mengadakan konferensi yang dibicarakan apa ya, apakah bahas O2 H2O, N, Zinc gitu-gitu atau justru menyusun rumusan kimia baru haha
Andy Hardiyanti
June 14, 2025 at 2:26 PMYa ampun udah lama lupa sama tabel periodik dan kawan-kawannya yang entah mengapa sulit kupahami itu, eh sampai sini diingatkan lagi sama Teh Nchie. Wkwkkw. Kebayang ini kalau anggota asosiasi PAKI pada ngumpul, kira-kira ngobrolin apa ya? Pas nongkrong di kafe apakah ada sesi pengecekan kandungan unsur kimia di setiap menunya? Hihihi
Fenni Bungsu
June 14, 2025 at 8:23 PMTernyata ada juga nih Asosiasi yang ciamik untuk para ahli kimia.
Sebagai anak IPA, daku malah gak jago dengan pelajaran kimia, Teh wkwkwk. Soalnya banyak istilah Kimia yang daku kurang lihai hihi
Lendyagassi
June 15, 2025 at 11:06 PMAku sama kaya teh Efii.. baru tau ada kumpulan rang-orang Kimia, hihii..
Padahal aku lulusan kimia jugaa..
Abis lulus, auto euforiaa ke bidang lain, jadi lupa pernah belajar unsur, senyawa dan temen-temennya.
Tapi se-seruu ituu belajar sains tuuh ((kecuali matematik ama fisika, hahaha.. pilkas bangeett gatuuh..))
Helena
June 16, 2025 at 2:12 PMOrganisasi berbasis profesi dan keahlian seperti ini sangat dibutuhkan, buat edukasi ke masyarakat maupun advokasi kebijakan yang tepat sasaran.
Nia Haryanto
July 15, 2025 at 11:33 AMKeren ya sekarang mah. Berbagai ahli profesi punya persatuannya. Tapi memang harus begitu. Biar bisa saling mengedukasi, berbadan hukum, dan saling melindungi jika terjadi apa-apa. Hayuk atuh Blogger juga bikin persatuan. Persatuan apa, ya? Hehehehe…